Kenangan Terakhir Putri Jenderal Ahmad Yani Sebelum Peristiwa G30S
Amelia Achmad Yani, putri Jenderal Yani, kenang hari terakhir sebelum G30S/PKI. Temukan cerita haru dan pesan terakhir sang ayah. Halaman all
(Kompas.com) 02/10/24 13:03 15858760
JAKARTA, KOMPAS.com -Amelia Achmad Yani, putri dari pahlawan revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani, mengungkapkan kenangan indah yang diingatnya sehari sebelum ayahnya meninggal dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S).
Amelia bercerita, sehari sebelum peristiwa itu, Ahmad Yani mengajak seluruh anaknya untuk menonton pertunjukan di Istana Kepresidenan dalam rangka perayaan Hari ABRI (sekarang Tentara Nasional Indonesia /TNI) pada 5 Oktober.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Yani sepulang kerja sekitar sore hari.
Amelia menceritakan, pada saat itu, ia bersama tiga saudara kandungnya menunggu kepulangan sang ayah, yang menjadi rutinitas mereka saat itu. Menyambut kepulangan sang ayah adalah rutinitas mereka di rumah.
"Kejadiannya (G30S) Jumat Legi, ini Kamis siang saya sama adik-adik saya berempat, saya selalu nunggu Bapak pulang dari kantor. Kalau Bapak ada di Jakarta ngantor seperti biasa, kita jemput di depan," ungkap Amelia dalam program Gaspol Kompas.com, dikutip Rabu (2/10/2024).
Setelah tiba di rumah, keempat anak tersebut menunggu Ahmad Yani berganti baju.
Selepas itu, Ahmad Yani menghampiri mereka dan mengajak untuk menonton pertunjukan dan arak-arakan pada Hari ABRI.
Amelia menambahkan, ayahnya sering mengajak mereka berlibur ke berbagai tempat, seperti Puncak Bogor dan Kebun Raya Bogor.
"Kita menghadap Bapak, Bapak berdiri, kita duduk. Itu (kenangan yang) sangat menyenangkan. (Bapak bilang), \'Nanti tanggal 5 Oktober Hari ABRI kabeh (semua) ikut Bapak ke Istana, ada arak-arakan\'. Wah senang sekali rasanya, kok Bapak baik banget," kenang Amelia.
Pesan Terakhir yang Sang Ayah
Di hari yang sama, Amelia juga mengingat pesan terakhir yang disampaikan Ahmad Yani.
Pesan itu muncul ketika Ahmad Yani tidak sengaja menyenggol botol minyak wangi di atas meja, sehingga parfum itu tumpah.
Dia membereskannya dan menggunakan sisa minyak wanginya.
Selain digunakan sendiri, minyak wangi tersebut diusap ke tangan Amelia, yang menjadi anak tertua di antara tiga adiknya, pada momen tersebut.
"Diusapin ke saya sambil bilang begini, \'Kalau ada yang nanya dari mana wanginya, bilang dari bapak\'. Itulah pesan terakhir, setelah itu kita enggak bicara lagi karena Bapak terus sibuk banyak tamu. Itu wanginya darimana? Bilang ya dari Bapak. Sangat indah sekali itu," tutur dia.
Amelia melanjutkan, pada hari itu, Ahmad Yani menerima tamu hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Malam itu, Ahmad Yani meminta semua ajudan yang melekat padanya untuk pulang karena akan menerima tamu penting —Presiden Soekarno— keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB.
Hanya sekitar 12 orang garnisun yang berjaga di pos penjaga.
Sekitar pukul 23.00 WIB hingga 23.30 WIB, Amelia mengingat, ada telepon yang menanyakan posisi Jenderal Ahmad Yani.
Ia dan saudara-saudaranya mengangkat telepon tersebut karena sang ayah sedang tidur.
Sementara itu, sang ibu sedang melakukan ibadah Nyepi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, dan baru kembali sekitar pukul 05.00 WIB keesokan harinya.
"(Ajudan) Yang melekat disuruh pulang. Ajudan pengawal, ada garnisun 12 orang (yang berjaga) 24 jam. Hampir jam 11 ada telepon, kan Bapak tidur. Ditanya gini \'Bapak ada?\'. (Kami jawab) \'Ada, tapi sudah tidur\'. 5-10 menit (telepon berdering), tanya lagi \'Bapak ada?\'. (Kami jawab) \'Ada, tapi sudah tidur\'. Kok ada telepon jam segini, setengah 12 malam," jelasnya.
Tragedi kelam G30S terjadi pada Jumat dini hari setelah deringan telepon berbunyi, diikuti dengan heningnya sambungan telepon.
Peristiwa ini menewaskan sejumlah perwira TNI AD dan Polri yang diculik malam itu.
Mereka juga berupaya menculik Menko Hankam Kasab Jenderal AH Nasution, namun Nasution berhasil melarikan diri. Sayangnya, anak perempuan Nasution yang berusia lima tahun, Ade Irma Suryani Nasution, dan ajudan Lettu Pierre Tendean harus menjadi korban.
Tujuh perwira TNI dibunuh lalu dimasukkan ke dalam sumur Lubang Buaya di Jakarta Timur. Peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia ini melibatkan pasukan pengawal presiden Cakrabirawa. Peristiwa itu dikenal sebagai Gerakan 30 September PKI (G30S).
#amelia-achmad-yani #jenderal-ahmad-yani #g30s-pki #hari-abri