OJK Periksa Transaksi BREN, Siap Tindak Hukum Jika Ada Pelanggaran

OJK Periksa Transaksi BREN, Siap Tindak Hukum Jika Ada Pelanggaran

OJK sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh atas transaksi saham BREN, termasuk dugaan manipulasi pasar, setelah sahamnya melonjak 744% sejak IPO.

(Katadata) 02/10/24 18:21 15868775

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang memeriksa transaksi saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) secara mendalam. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini mencakup potensi perdagangan semu atau manipulasi pasar.

"Apabila terbukti ada pelanggaran, OJK akan melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Inarno dalam jawaban tertulis, Selasa (2/10).

Selain tindakan pemeriksaan, dalam kegiatan pengawasan transaksi saham, termasuk di antaranya BREN, Inarno menyebut OJK melakukan analisis atas pergerakan harga saham sesuai prosedur. Adapun prosedur yang dimaksud berlaku untuk mendeteksi adanya ketidakwajaran dalam perdagangan saham.

Harga Saham BREN Melonjak Sampai 700% dari 9 Oktober 2024 - 31 Mei 2024

Menurut catatan Katadata.co.id, saat initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana tanggal 9 Oktober 2023, harga saham emiten Prajogo Pangestu BREN ditutup di level Rp 975 per saham.

Harganya kemudian terus berfluktuasi dengan kecenderungan naik, hingga mencapai Rp 8.225 pada penutupan perdagangan 31 Mei 2024. Jika diakumulasikan, sejak IPO sampai 31 Mei 2024 harga saham BREN sudah melonjak sekitar 8 kali lipat atau tumbuh 744%.

Sampai 31 Mei 2024, BREN tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp 1.100 triliun, menempatkannya di peringkat ke-2 setelah BCA.

Anjloknya Saham BREN Usai Keluar dari Indeks FTSE

Namun demikian, Barito Renewables Energy dikeluarkan dari indeks bergengsi Financial Times Stock Exchange atau FTSE. Saham emiten dengan kode BREN ini pun langsung jeblok pada perdagangan 20 September dan menyentuh level Auto Reject Bawah (ARB).

Berdasarkan data RTI Business, saham BREN anjlok 19,95% atau 2.200 poin ke Rp 8.825 per saham pada pukul 10.00 WIB 20 September 2024. Volume yang diperdagangkan tercatat 10,65 juta dengan nilai transaksi Rp 93,98 miliar dan kapitalisasi pasarnya Rp 1.180 triliun saat itu.

Mengutip pengumuman FTSE Russel pada Kamis (19/9), emiten energi terbarukan ini dikeluarkan dari indeks FTE karena tidak memenuhi ketentuan free float.

Free float adalah jumlah saham perusahaan yang diperdagangkan secara publik di pasar sekunder. Salah satu syarat saham perusahaan publik masuk di FTSE Global Equity Index adalah memiliki jumlah saham beredar di atas 5%.

Sementara itu, BREN saat ini dikuasai empat pemegang saham dengan kepemilikan mencapai 97%.

“Penghapusan akan efektif sejak pembukaan perdagangan pada Rabu, 25 September 2024,” demikian tertulis dalam pengumuman FTSE.

Asing Lego Saham BREN Hingga Rp 1 Triliun

Usai didepak dari indeks FTSE, investor asing melego saham Barito Renewables Energy bahkan sampai Rp 822,1 miliar dalam sehari yaitu pada perdagangan Selasa (25/9).

Selama sepekan perdagangan yaitu dari 17 September sampai dengan 20 September dengan total nilai saham BREN yang dijual investor asing yakni Rp 1,1 triliun

#ojk #bren #keep-me-on-trend

https://katadata.co.id/finansial/bursa/66fd2ca27c766/ojk-periksa-transaksi-bren-siap-tindak-hukum-jika-ada-pelanggaran