Mengenal Sejarah Hari Raya Kuningan, Turunnya Dewa dan Leluhur ke Bumi
Hari Raya Kuningan atau Tumpek Kuningan dirayakan dua kali dalam setahun oleh umat Hindu di Indonesia. Simak selengkapnya. Halaman all
(Kompas.com) 03/10/24 13:21 15920879
KOMPAS.com – Hari Raya Kuningan atau Tumpek Kuningan dirayakan dua kali dalam setahun oleh umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali.
Setiap tahunnya, Hari Raya Kuningan akan jatuh hari Sabtu pada Wuku Kuningan dalam kalender Saka Bali. Tahun ini, Hari Raya Kuningan salah satunya akan jatuh pada Sabtu (5/10/2024) mendatang.
Lantas bagaimana sejarah Hari Raya Kuningan?
- Kapan Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan 2024?
- Apa Itu Simakrama, Tradisi Sehari Setelah Hari Raya Galungan?
Para dewa dan leluhur turun ke bumi
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja menuturkan, menurut lontar Purana Bali Dwipa, Hari Raya Kuningan pertama kali dirayakan pada tahun 882 Masehi atau tahun Saka 804.
Hari Raya Kuningan dirayakan setiap 210 hari sekali, atau 10 hari setelah Hari Raya Galungan.
“Hari raya Kuningan sering disebut Tumpek Kuningan dan \'kuning\' dalam kata Kuningan memiliki arti berwarna kuning dan terhitung masuk wuku yang ke-12,” tutur Ida Bagus Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Ia melanjutkan, satu Wuku sama dengan tujuh hari dan satu tahun kalender Wuku terdapat 420 hari.
AFP/SONNY TUMBELAKA Warga berdoa saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.“Hari Raya Kuningan diperingati umat Hindu Indonesia untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan tuntunan lahir batin kepada Ida Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).” tambah dia.
Pelaksanaan upacara atau persembahyangan Hari Raya Kuningan, ujarnya, hanya sampai tengah hari atau sekitar pukul 12.00 siang.
Sebab, diyakini pada hari tersebut para dewa, diiringi para pitara atau leluhur, sedang turun ke bumi dan waktunya hanya sampai tengah hari sebelum kembali ke surga.
Ida Bagus menambahkan, Hari Raya Kuningan merupakan tradisi umat Hindu di Bali. Sebab, umat Hindu di India tidak mengenal hari Raya Kuningan.
Menurutnya, tidak sedikit yang beranggapan bahwa tradisi Bali dijiwai oleh ajaran Hindu.
Namun, tambah dia, pada praktiknya agama Hindu yang datang disesuaikan dengan praktik tradisi dan budaya atau kearifan lokal yang sudah ada sebelum agama-agama datang ke Indonesia.
- Ucapan Hari Raya Galungan dan Kuningan: Bagaimana dan Kapan?
- Apakah Hari Raya Galungan 2024 Termasuk Hari Libur?
View this post on Instagram
#hari-raya-kuningan-2024 #hari-raya-kuningan-5-oktober-2024 #sejarah-hari-raya-kuningan #hari-raya-galungan-dan-kuningan #galungan-kuningan-2024 #hari-raya-kuningan-kapan