Inflasi Medis Kian Tinggi, Marsh Indonesia Ingatkan Pentingnya Employee Health Benefits
Situasi ini menegaskan pentingnya pengelolaan employee health benefits, khususnya bagi HR perusahaan dalam merancang, dan mempertahankan program tersebut.
(WE Finance) 03/10/24 20:54 15926686
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Marsh Indonesia melalui Mercer Marsh Benefits (MMB) mengungkap terjadinya tren peningkatan signifikan pada biaya medis di Indonesia pasca COVID-19.
Douglas Ure selaku Presiden Direktur Marsh Indonesia dan CEO Marsh McLennan Indonesia menyampaikan, Inflasi medis yang tinggi menjadi situasi penting untuk pengelolaan employee health benefits.
"Situasi ini menegaskan pentingnya pengelolaan employee health benefits, khususnya bagi HR (Human Resources) perusahaan dalam merancang, menawarkan dan mempertahankan program employee health benefits, terutama tunjangan kesehatan bagi karyawan, yang kompetitif dan sesuai dengan pasar," kata Douglas dalam media briefing di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Ria Ardiningtyas selaku Head of Consulting and Analytics Mercer Marsh Benefits Indonesia mengatakan, bahwa inflasi biaya medis di Indonesia masih merupakan salah satu yang tertinggi di wilayah Asia.
Riset Mercer Marsh Benefits (MMB) mengenai Health Trends 2024 melaporkan tren peningkatan biaya kesehatan global yang diproyeksikan akan tumbuh hingga 11,6% dan Asia sebesar 11,4%. Sedangkan biaya kesehatan Indonesia diprediksi akan terus tumbuh hingga 13,0%, atau di atas proyeksi tren biaya kesehatan global dan Asia.
Untuk itu, Ria menyatakan bahwa perusahaan perlu lebih hati-hati dalam merencanakan dan mengelola tunjangan kesehatan.
"Karena memang di cost inflation-nya sangat tinggi, tadi saya katakan untuk mengontrol behavior, perilaku karyawan, sehingga tidak dikit-dikit ke rumah sakit untuk menekan biaya kesehatan karyawan," kata Ria.
Adapun laporan Indonesia Health and Benefits Study 2024 dari Mercer Marsh Benefits mengidentifikasi empat tren utama terkait program employee health benefits di Indonesia. Empat tren tersebut diantaranya, Alses Telemedicine, Medical Check Up, Flexible Benefits serta Meningkatnya Biaya Medis.
"Memahami ke empat tren utama ini akan membantu perusahaan dalam merancang dan menentukan benefit kesehatan karyawan yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan mereka," pungkasnya.