Waspada! Malware Berbasis AI Kini Sasar Pengguna Kripto
Rhadamanthys, malware kripto berbasis AI, kini mengimplementasikan image recognition untuk mencuri data dan aset digital para korbannya.
(BlockChain-Media) 03/10/24 22:02 15928457
Dalam dunia kripto yang terus berkembang, ancaman baru terus muncul. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah malware berbasis artificial intelligence (AI) yang menyasar pengguna. Malware ini tidak hanya dapat mencuri informasi pribadi, tetapi juga dapat mengakses dompet kripto dan menggasak isinya.
Kerugian akibat serangan ini diperkirakan mencapai hingga US$265 miliar per tahun, dan angka tersebut terus meningkat seiring dengan popularitas cryptocurrency. Salah satu varian terbaru, Rhadamanthys, kini kembali hadir dengan fitur-fitur canggih yang membuatnya lebih sulit dideteksi.
Rhadamanthys Kembali:MalwareAICryptoRilis Versi TerbaruRhadamanthys pertama kali dikenal karena kemampuannya yang unik dalam menginfeksi perangkat dan mencuri informasi sensitif. Sejak kemunculannya, malware ini terus beradaptasi dan mengembangkan teknik baru untuk mengelabui pengguna.
Menurut laporan dari perusahaan keamanan, Recorded Future, dalam versi terbarunya, Rhadamanthys telah meningkatkan efisiensi dalam menganalisis pola perilaku pengguna melalui implementasi image recognition berbasis AI.
“Fitur baru yang ditambahkan ke Rhadamanthys pada versi v0.7.0 adalah ‘Seed Phrase Image Recognition‘. Fitur ini merupakan bagian dari pengaturan File Grab yang dapat dikonfigurasi oleh C2. Fitur ini memungkinkan aktor ancaman untuk menentukan ukuran file maksimum, resolusi gambar minimum dan maksimum, serta direktori mana yang akan dicari untuk gambar seed phrase yang terkait dengan dompet cryptocurrency,” jelasnya pada laporan tersebut.

Selain itu, satu kasus besar yang menggunakan serangan tersebut bahkan melaporkan kerugian senilai US$55 juta dari satu dompet yang menjadi korban serangan phishing kripto.
Dengan penurunan jumlah korban sebesar 34 persen dibandingkan bulan Juli, namun nilai kerugian melonjak tajam.
Ini menunjukkan bahwa serangan ini semakin menargetkan aset bernilai tinggi, sehingga pengguna kripto harus lebih waspada. Mereka harus memastikan bahwa mereka menggunakan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk melindungi diri mereka.
Malware berbasis AI dan phishing menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi di dunia kripto. Pengguna disarankan untuk memenggunakan otentikasi dua faktor (2FA), memperbarui perangkat lunak secara teratur, dan tidak mengklik tautan mencurigakan. [dp]
#ai #artificial-intelligence #hack #kecerdasan-buatan #malware
https://blockchainmedia.id/waspada-malware-berbasis-ai-kini-sasar-pengguna-kripto/