Potensi Besar Indonesia untuk Industri Ruang Angkasa Kelas Dunia Halaman all

Potensi Besar Indonesia untuk Industri Ruang Angkasa Kelas Dunia Halaman all

Indonesia berpotensi besar membangun industri ruang angkasa kelas dunia, dengan wilayah Biak, Papua, menjadi pusat industri. Halaman all?page=all

(Kompas.com) 03/10/24 11:36 15929804

KEDATANGAN pemilik SpaceX, Elon Musk, beberapa waktu lalu, memantik kembali diskusi tentang industri ruang angkasa di Indonesia. Hal itu seiring berbagai perkembangan spektakuler industri ruang angkasa dunia.

Bukan hanya perusahaan-perusahaan besar seperti SpaceX, Blue Origin, Boeing & Airbus, bahkan perusahaan-perusahaan kecil di negara berkembang seperti India mulai memasuki industri ruang angkasa.

Bukan hanya pula negara besar seperti Amerika Serikat, China, Jepang dan Rusia, bahkan negara kecil seperti Selandia Baru telah memasuki industri tersebut.

Lalu bagaimana dengan Indonesia yang sebentar lagi akan memasuki era pemerintahan baru?

Sejak 1984, Departemen Transportasi AS, setara dengan Kementerian Perhubungan Indonesia, telah ditugaskan untuk mengatur dan mengawasi program ruang angkasa niaga.

Kemudian sejak 1989, Federal Aviation Administration (FAA), setara dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Indonesia, telah menerbitkan hampir 400 lisensi untuk berbagai program ruang angkasa niaga.

Secara umum program ruang angkasa dapat dibagi dalam tiga kategori:

  1. Program ruang angkasa sipil, ditangani oleh lembaga-lembaga penelitian seperti NASA atau LAPAN (BRIN);
  2. Program ruang angkasa militer, ditangani oleh institusi-institusi pertahanan;
  3. Program ruang angkasa niaga, ditangani oleh FAA atau Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Adapun untuk program-program yang beririsan atau lintas sektoral, maka dapat ditangani bersama oleh lembaga-lembaga tersebut.

Berikut kami paparkan sejumlah faktor yang membuat negeri kita berpotensi besar untuk industri ruang angkasa kelas dunia.

Faktor pertama, lokasi Indonesia di wilayah Khatulistiwa (Equator). Lokasi tersebut sangat strategis untuk industri ruang angkasa, terutama dalam hal peluncuran satelit ke Geostationay Orbit (GSO).

Selama ini GSO merupakan orbit yang digunakan untuk berbagai Satelit Cuaca dan Telekomunikasi di dunia.

Secara Fisika dan Geografi, kecepatan linear terbesar akibat rotasi bumi pada porosnya berada di Khatulistiwa. Kecepatannya mencapai sekitar 1.670 km/jam.

Bandingkan dengan kecepatan linear Bumi di Tanjung Canaveral Kennedy Spaceport (Amerika Serikat) atau Baikonur Cosmodrome (dioperasikan oleh Russia di wilayah Kazakhstan) yang masing-masing hanya mencapai sekitar 1.550 km/jam dan 1.275 km/jam.

Hal tersebut menjadi faktor penting dalam peningkatan efisiensi peluncuran wahana ruang angkasa, yang dapat diimplementasikan dalam bentuk penghematan bahan bakar ataupun peningkatan payload.

Sebagai contoh, kita dapat pelajari peluncuran roket Soyuz dari Guiana Space Centre (Spaceport yang berada di French Guiana, bagian dari Perancis yang berada di sekitar Khatulistiwa, 5 derajat Lintang Utara di Amerika Latin).

#antariksa #biak #industri-ruang-angkasa

https://money.kompas.com/read/2024/10/03/113634526/potensi-besar-indonesia-untuk-industri-ruang-angkasa-kelas-dunia?page=all