Kata De Ligt Setelah Mengetahui Sisi Lain dari Erik ten Hag
Matthijs de Ligt mengungkapkan perbedaan besar yang ia rasakan setelah bertemu kembali dengan mantan pelatihnya, Erik ten Hag.
(Kompas.com) 04/10/24 00:37 15938725
KOMPAS.com - Bek tengah Manchester United, Matthijs de Ligt, mengungkapkan perbedaan besar yang ia rasakan setelah reuni dengan mantan pelatihnya, Erik ten Hag, di kubu Setan Merah.
Sebelumnya, Matthijs de Ligt pernah merasakan kejayaan di bawah asuhan Ten Hag saat masih bermain untuk Ajax Amsterdam.
Dipercaya Ten Hag sebagai kapten Ajax di usia masing 19 tahun, De Ligt menjadi salah satu pemain pilar yang membawa The Amsterdammers mencapai semifinal Liga Champions pada 2018-2019.
Namun, situasi di Manchester United saat ini berbeda jauh dari masa-masa gemilang di Ajax.
Setan Merah finis di peringkat kedelapan, terendah sepanjang sejarah di Premier League, dan menyelesaikan musim dengan agregat gol negatif.
De Ligt mengungkapkan bahwa ia seperti melihat dua sisi yang berbeda dari Ten Hag.
Sang pelatih yang dulu membawa Ajax menjadi kekuatan Eropa, kini menghadapi tantangan jauh lebih besar di Liga Inggris.
“Perbedaannya memang ada, tetapi tekanan di Liga Inggris tidak sama dengan di Belanda,” ujar De Ligt, seperti dilansir BolaSport.com dari Mirror.
Ia menambahkan bahwa setiap klub di Liga Inggris memiliki manajer dengan tingkat penguasaan taktis sangat tinggi, sehingga mereka harus terus beradaptasi untuk merespons taktik lawan.
Manchester United sendiri masih kesulitan untuk tampil konsisten di berbagai ajang.
Sampai saat ini, mereka masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Inggris 2024-2025.
Di ajang Liga Europa, performa Manchester United juga kurang memuaskan, mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Twente pada laga pembuka.
Meski demikian, De Ligt tetap optimis Manchester United akan bangkit. Dirinya yakin pengalaman dan mentalitas juara yang ia miliki bisa membantu tim keluar dari masa sulit ini.
Dalam enam musim terakhir, De Ligt sudah mempersembahkan delapan trofi untuk tim yang dia bela dan dia berharap bisa memberikan dampak serupa di Manchester United.
Bek asal Belanda ini bertekad untuk membantu Manchester United menutup musim ini dengan meraih gelar juara, meskipun ia menyadari bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak akan mudah.
"Kami sudah membuktikan kemampuan memenangi gelar dalam dua musim terakhir," kata De Ligt.
Ia sadar sepenuhnya bahwa tim harus melewati rintangan berat dan menghadapi lawan-lawan tangguh di setiap pertandingan.
Namun, dengan keyakinan yang tak tergoyahkan, ia percaya bahwa melalui konsistensi, dedikasi, dan kerja keras, Manchester United dapat kembali ke kejayaan yang telah lama dinanti.
Baginya, setiap sesi latihan dan pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya dan mengembalikan tim ke jalur kemenangan.