Tawuran Terus Berulang dan Pelakunya yang Kian Nekat...
Tawuran antar-kelompok di Jakarta semakin meresahkan, total ada 111 kasus dalam tiga bulan terakhir. Halaman all
(Kompas.com) 04/10/24 07:43 15949176
JAKARTA, KOMPAS.com - Tawuran antar-kelompok semakin marak, dan aksi para pelakunya semakin berani, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Berdasarkan data Polda Metro Jaya, setidaknya ada 111 kasus tawuran dalam waktu tiga bulan terakhir di tahun 2024 ini.
"Ada 111 tawuran dalam 3 bulan terakhir,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Kamis (3/10/2024).
Artinya, kasus tawuran yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya terus berulang.
Ade Ary menegaskan bahwa petugas telah mengantisipasi dengan melakukan patroli ke daerah rawan tawuran.
"Setidaknya ada 11.000 kali patroli dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya," kata Ade Ary.
Pelakunya semakin nekat
Bahkan, para pelaku tawuran yang terjadi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi semakin nekat karena berani melawan polisi yang notabene adalah penegak hukum.
Tercatat, beberapa polisi menjadi sasaran pelaku tawuran. Mereka disiram dengan air keras.
Terbaru, penyiraman air keras yang dialami polisi terjadi ketika petugas menangkap 31 pelajar yang hendak tawuran.
Penangkapan puluhan pelajar itu terjadi di Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (30/9/2024).
Sepekan sebelum itu, dua anggota polisi menjadi korban penyiraman air keras di Jalan Joglo Raya, Jakarta Barat.
Selain itu, penyiraman air keras juga dialami anggota Brimob di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8/2024).
“Para pelaku tawuran berani menyerang petugas dengan air keras. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah mempersiapkan tindakan tersebut, bahkan dengan senjata tajam yang berbahaya,” kata Ade.
Razia penjualan air keras
Menanggapi meningkatnya kekerasan ini, Polda Metro Jaya sedang merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih sistematis.
Ade Ary tidak menampik kemungkinan untuk menggelar razia penjualan air keras, namun akan dilakukan secara bertahap.
“Ya, tentunya (razia penjualan air keras) adalah bagian dari upaya pencegahan, berupa imbauan dan edukasi, belum tentu dalam bentuk razia. Tahapannya itu imbauan, ajakan, dan edukasi dari Bhabinkamtibmas,” kata Ade.
Di tengah upaya yang terus dilakukan, Polda Metro Jaya berharap dukungan dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk meredam aksi tawuran dan mengembalikan keamanan kawasan.
“Ini masalah yang kami hadapi, dan kami berupaya untuk terus melakukan imbauan preemptif, peningkatan patroli, hingga penegakan hukum dan pengungkapan. Mohon dukungan kerja sama dari semua pihak,” tambah Ade.
(Reporter: Baharudin Al Farisi | Editor: Jessi Carina)
#tawuran-antar-kelompok #pelaku-tawuran-bawa-air-keras #marak-tawuran-di-jakarta