Museum Nintendo Resmi Dibuka, Ada Konsol Langka dan Prototipe Rahasia

Museum Nintendo Resmi Dibuka, Ada Konsol Langka dan Prototipe Rahasia

Museum Nintendo di Jepang resmi dibuka. Di dalamnya ada berbagai produk Nintendo, termasuk prototipe yang tidak pernah dirilis. Halaman all

(Kompas.com) 04/10/24 07:00 15949188

KOMPAS.com - Raksasa game asal Jepang, Nintendo, resmi membuka Museum Nintendo di negara asalnya, tepatnya di prefektur Kyoto, Rabu (2/10/2024). Museum ini terletak di bekas kompleks pabrik Nintendo di kota Uji, yang dibagi menjadi tiga gedung.

Dalam Museum Nintendo, pengunjung bisa mempelajari sejarah 135 tahun Nintendo melalui tiga fasilitas utama, yaitu Discover, Experiences, dan Craft & Play.

Fasilitas Discover terletak di lantai kedua Gedung Exhibition 1.

Di sini, pengunjung bisa melihat berbagai ekshibisi yang memamerkan semua produk bikinan Nintendo, termasuk konsol langka yang terbatas (limited edition), dan purwarupa (prototype) yang tidak pernah dirilis.

Pengunjung dapat melihat konsol dan alat kontrol (controller) raksasa yang ditempatkan di langit-langit gedung, mulai dari Nintendo Entertainment System (NES), Game Boy, Nintendo 3DS, hingga Nintendo Switch.

Nintendo Fasilitas Discover di Museum Nintendo. Di sini, pengunjung bisa melihat berbagai ekshibisi yang memamerkan semua produk bikinan Nintendo, termasuk konsol langka yang terbatas (limited edition), dan purwarupa (prototype) yang tidak pernah dirilis.
Ekshibisi ini turut dilengkapi layar yang menampilkan evolusi visual game Nintendo, seperti Super Mario Bros. dan The Legend of Zelda.

Pengunjung akan mempelajari banyak informasi dari direktur representatif di Nintendo, sekaligus bapak dari seri Super Mario Bros, Miyamoto Shigeru.

Selanjutnya, fasilitas Experiences bisa ditemukan di lantai pertama Gedung Exhibition 1.

Di sini, pengunjung bisa mengakses berbagai delapan ekshibisi interaktif, yakni Shigureden SP, Zapper & Scope SP, Ultra Machine SP, Ultra Hand SP, Love Tester SP, Game & Watch SP, Nintendo Classics, dan Big Controller.

Salah satunya yang menarik adalah Shigureden SP, yang dimainkan di layar besar di lantai gedung. Pengunjung bisa berdiri di atas layar ini untuk menjajal permainan kartu tradisional Jepang bernama Karuta Hyakunin Isshu.

Hal ini dibilang menarik karena Nintendo didirikan tahun 1889 sebagai perusahaan manufaktur kartu bermain Hanafuda dan Karuta. Jadi, pengunjung diajak bernostalgia kembali ke masa-masa kelahiran Nintendo.

Contoh ekshibisi interaktif lainnya adalah Big Controller. Seperti namanya, ekshibisi ini menghadirkan controller berukuran raksasa.

Nintendo Contoh ekshibisi interaktif lainnya di Museum Nintendo adalah Big Controller. Seperti namanya, ekshibisi ini menghadirkan controller berukuran raksasa.
Controller ini bisa digunakan oleh dua pengunjung untuk bekerja sama dalam game, misalnya permainan Super Mario Bros. Satu pemain akan mengontrol gerakan melompat, sedangkan pemain lainnya mengontrol gerakan berjalan.

Nah, untuk menjajal kedelapan ekshibisi interaktif ini, pengunjung mesti menggunakan koin digital yang diberikan saat masuk ke museum. Ada sebanyak 10 koin yang diberikan untuk pengunjung.

Jumlah koin yang dibutuhkan untuk bermain game interaktif tersebut berbeda-beda, dan Nintendo memastikan bahwa sepuluh koin itu tidak cukup untuk mencicip semua ekshibisi interaktif itu. Koin ini juga tidak bisa dibeli secara terpisah.

Berikutnya, ada fasilitas Craft & Play di lantai kedua Gedung Exhibition 3. Pengunjung bisa merasakan momen berdirinya Nintendo saat masih menjadi perusahaan produsen kartu Hanafuda dan Karuta.

Nintendo Berikutnya, ada fasilitas Craft & Play di lantai kedua Gedung Exhibition 3 Museum Nintendo. Pengunjung bisa merasakan momen berdirinya Nintendo saat masih menjadi perusahaan produsen kartu Hanafuda dan Karuta.
Ada dua pengalaman yang bisa dijajal, yaitu membuat Hanafuda dan mencoba Hanafuda.

Kedua pengalaman ini membutuhkan reservasi pada hari kunjungan, serta biaya terpisah, yakni 2.000 Yen (Rp 210.260) untuk membuat Hanafuda, dan 500 Yen (Rp 52.565) untuk mencoba bermain Hanafuda.

Kartu Hanafuda yang dibuat pengunjung diperbolehkan untuk dibawa pulang dari museum.

Museum Nintendo turut menghadirkan kafe Hatena Burger yang menawarkan makanan hamburger dan minuman spesial. Pengunjung bisa menentukan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan burger.

Lalu, ada juga toko Nintendo Shop untuk membeli merchandise resmi yang berkaitan dengan game Nintendo. Sejumlah merchandise yang dijual hanya bisa dibeli di Museum Nintendo.

Aspek menarik lainnya mencakup patung karakter Toad dari game Super Mario Bros. yang bisa bernyanyi ketika kepalanya disentuh, hingga loker yang menyerupai kaset konsol Game Boy.

Harga tiket masuk Museum Nintendo

Pengunjung tidak bisa mendatangi Museum Nintendo dan langsung membeli tiket masuk.

Caranya bisa dibilang lebih rumit, karena pengguna mesti mengakses situs Museum Nintendo, kemudian mendaftarkan diri untuk mengikuti undian, setidaknya tiga bulan sebelum waktu kunjungan.

Artinya, pengguna bisa mendaftarkan diri dari sekarang untuk mendapatkan tiket kunjungan pada bulan Januari 2025 nanti. Pengguna dapat memilih tiga tanggal dan waktu kunjungan.

Pemenang diumumkan dua bulan sebelum tanggal kunjungan yang dijadwalkan, dan tiket ini harus segera dibeli.

Adapun harga tiket Museum Nintendo dijual 3.300 Yen (Rp 346.897) untuk pengunjung dewasa di atas usia 18 tahun, 2.200 Yen (Rp 231.265) untuk pengunjung berusia 12 hingga 17 tahun, 1.100 Yen (Rp 115.632) untuk anak-anak berusia 6 hingga 11 tahun, dan gratis untuk anak-anak baru lahir hingga berusia 5 tahun.

Jika gagal mendaftarkan diri, pengguna bisa mengunjungi situs kalendar Museum Nintendo, dan mencari tiket yang telah hangus atau ditambahkan kemudian, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Gematsu, Jumat (4/10/2024).

#nintendo #museum-nintendo #museum #kyoto #nintendo-switch #harga-tiket-museum-nintendo

https://tekno.kompas.com/read/2024/10/04/07000037/museum-nintendo-resmi-dibuka-ada-konsol-langka-dan-prototipe-rahasia