Rupiah Anjlok Sepanjang Pekan Ini

Rupiah Anjlok Sepanjang Pekan Ini

Mata uang rupiah anjlok sepanjang pekan ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). - Halaman all

(InvestorID) 04/10/24 09:55 15954915

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah anjlok sepanjang pekan ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Jumat (4/10/2024) pagi indeks rupiah melemah akibat konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah, sebut pengamat pasar uang Ariston Tjendra.

Pada perdagangan pagi ini, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta turun tipis melemah 97 poin atau 0,63% di level Rp 15.526, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.429 per dolar AS.

"Laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan jumlah pekerja swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada September 2024, menjelang data pekerjaan yang sangat dinanti-nantikan pada Jumat (4/10/2024)," sebut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam catatan terbarunya, dikutip Jumat.

Jumlah pekerja swasta meningkat sebesar 143.000 bulan lalu setelah naik sebesar 103.000 pada Agustus 2024, mengutip data Ketenagakerjaan Nasional ADP pada Rabu (2/10/2024). Para ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan penambahan 120.000 pekerjaan.

Presiden Richmond The Federal Reserve (The Fed) Thomas Barkin mengatakan pemangkasan 50 basis poin (bps) bulan lalu merupakan pengakuan suku bunga kebijakannya tidak sinkron dengan kondisi ekonomi saat ini. Tetapi tidak boleh dianggap sebagai tanda pertempuran melawan inflasi telah berakhir.

Selain itu, prospek konflik Timur Tengah yang meluas yang dapat mengganggu aliran minyak mentah dari wilayah pengekspor utama membayangi prospek pasokan global yang lebih kuat. Israel mengebom pusat kota Beirut pada dini hari, Kamis (3/10/2024), menewaskan sedikitnya enam orang. Konflik ini paling mematikan bentrokan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan itu terjadi sehari setelah Iran menembakkan lebih dari 180 rudal balistik ke Israel dalam eskalasi permusuhan, yang telah merembes keluar dari Israel dan wilayah Palestina yang diduduki ke Lebanon dan Suriah.

Dilihat dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal untuk membuka ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate lebih lanjut hingga akhir tahun ini. Hal ini seiring dengan kondisi inflasi yang rendah, nilai tukar rupiah yang stabil, dan pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didorong.

“Kemudian BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi, seperti kebijakan suku bunga AS dan Eropa, serta perkembangan ekonomi China,” ujar Ibrahim. BI memangkas BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2024 lalu sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%. Sementara, suku bunga AS atau Fed Funds Rate (FFR) pada September 2024 menjadi 4,75% hingga 5,00%.

Sebelumnya, keputusan BI dalam memangkas suku bunga acuan atau BI Rate masih akan berlanjut.

Hingga akhir 2024, Ibrahim memprediksi BI Rate akan berada pada kisaran 5,50%. Sebelumnya pada Agustus 2024, inflasi umum sedikit menurun menjadi 2,12% dari tahun ke tahun (YoY), turun dari 2,13% secara YoY pada Juli 2024. Ini menandai tingkat terendah sejak Februari 2022. Meski demikian, level inflasi ini masih berada dalam kisaran target BI sebesar 1,5% hingga 3,5%.

"Di sisi lain, momentum penurunan suku bunga acuan BI ini diperkirakan mendukung pertumbuhan ekonomi agar tetap solid. Terutama bagi industri perbankan. Pelonggaran kebijakan moneter BI tersebut diperkirakan akan mendorong penurunan cost of fund, yang selanjutnya akan mendorong penurunan suku bunga kredit," imbuhnya.

Ibrahim menakar indeks rupiah untuk perdagangan hari ini akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.410 sampai dengan Rp 15.500 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #mata-uang-rupiah #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah #indeks-rupiah #dolar-as #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375547/rupiah-anjlok-sepanjang-pekan-ini