Mark Zuckerberg Salip Jeff Bezo Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia
CEO Meta Mark Zuckerberg telah menyalip Jeff Bezos sebagai orang terkaya kedua di dunia. - Halaman all
(InvestorID) 04/10/24 09:16 15954917
NEW YORK, investor.id – CEO Meta Mark Zuckerberg telah menyalip Jeff Bezos sebagai orang terkaya kedua di dunia. Menurut Bloomberg Billionaires Index, nilai kekayaan bersih Zuckerberg mencapai US$ 206,2 miliar atau setara Rp 3.192,5 triliun pada Kamis (Jumat pagi WIB).
Angka ini melampaui kekayaan bersih mantan CEO dan presiden Amazon yang tercatat sebesar US$ 205,1 miliar atau sekitar Rp 3.175,5 triliun. Salah satu pendiri Facebook tersebut kini tertinggal sekitar US$ 50 miliar dari CEO Tesla Elon Musk, mengacu pada indeks tersebut.
Dengan 13% sahamnya di Meta, kekayaan bersih Mark Zuckerberg telah meningkat sebesar US$ 78 miliar (sekitar Rp 1.207,6 triliun) sejak awal tahun ini. Kenaikan tersebut yang lebih banyak daripada anggota mana pun dari 500 orang terkaya yang dilacak oleh Bloomberg Index.
Saham Meta ditutup pada rekor tertinggi pada perdagangan Kamis di harga US$ 582,77 (sekitar Rp 9,0 juta) per lembar saham. Valuasinya naik sekitar 68% dari awal Januari 2024, ketika sahamnya diperdagangkan pada harga US$ 346,29 (sekitar Rp 5,4 juta) per saham.
Kenaikan Zuckerberg ke posisi kedua pada indeks menggarisbawahi bagaimana kekayaan pribadinya telah tumbuh, bersamaan dengan antusiasme investor atas peningkatan laba raksasa media sosial tersebut tahun ini.
Wall Street terus mendukung Meta sepanjang 2024 karena perusahaan tersebut secara konsisten melaporkan laba kuartalan yang melampaui estimasi analis. Pada Juli 2024 Meta mengatakan penjualan kuartal II-2024 tumbuh 22% menjadi US$ 39,07 miliar, menandai pertumbuhan pendapatan kuartal keempat berturut-turut yang melampaui 20%.
Meta telah menunjuk pada investasinya untuk teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) yang besar. Bantuan untuk meningkatkan kinerja platform periklanan daringnya menjadi alasan pertumbuhan penjualan Meta.
Sebelumnya, sistem periklanan daring perusahaan mengalami kemunduran besar pada 2021. Saat itu Apple memperkenalkan pembaruan privasi iOS yang melemahkan kemampuannya untuk melacak pengguna di seluruh web. Meta pada Februari 2022 mengatakan perubahan privasi akan merugikan pendapatannnya sebesar US$ 10 miliar.
Pada akhir 2022 Zuckerberg melembagakan rencana pemotongan biaya besar-besaran yang berlanjut hingga tahun berikutnya. Akhirnya, kondisi ini mengakibatkan 21.000 atau sekitar seperempat dari tenaga kerja Meta kehilangan pekerjaan.
Investor bereaksi positif terhadap pemangkasan biaya Meta. Sementara bisnis periklanan daring perusahaan mulai bangkit, ini juga didukung oleh kampanye belanja iklan digital besar-besaran oleh peritel yang terkait dengan China bernama Temu dan Shein.
Meta terus menghabiskan miliaran dolar untuk teknologi realitas virtual (VR) dan tertambah yang diperlukan untuk mendukung konsep metaverse yang futuristik. Sementara itu, investor menjadi lebih toleran terhadap investasi tersebut, selama bisnis iklan inti perusahaan tetap sehat.
Pekan lalu Meta meluncurkan kacamata Orion AR, yang mendapat ulasan positif dari beberapa orang yang telah menguji prototipe tersebut.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #mark-zuckerberg #jeff-bezos #orang-terkaya #orang-terkaya-dunia #orang-terkaya-kedua #orang-terkaya-kedua-di-dunia #berita-ekonomi-terkini