Remaja Berkebutuhan Khusus di Depok Enggan Sekolah Usai Jadi Korban Perundungan
Dia kini enggan kembali bersekolah setelah menjadi korban perundungan oleh teman-teman seangkatannya. Halaman all
(Kompas.com) 04/10/24 11:01 15958022
DEPOK, KOMPAS.com - R (15), seorang siswa berkebutuhan khusus (ABK) di sebuah SMP negeri di Depok, kini enggan kembali bersekolah setelah menjadi korban perundungan oleh teman-teman seangkatannya.
"Dia tidak mau sekolah dulu sih, tetapi dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta terkait psikologisnya, mereka ingin mendampingi anak saya," ujar F, ayah R, saat ditemui Kompas.com, Kamis (3/10/2024).
R baru saja menjalani operasi penyambungan urat di jempol tangan kirinya pada Selasa (1/10/2024). Operasi ini dilakukan setelah R melukai dirinya sendiri dengan memukul kaca jendela kelas, sebagai pelampiasan emosi akibat perundungan yang dialaminya.
"Anak saya mencoba ingin membalas, tetapi dia tidak bisa karena memang tipikal autis ringan," jelas F.
R melampiaskan amarahnya dengan memukul kaca, yang mengakibatkan urat jempol tangan kirinya putus.
Selain itu, F mengungkapkan bahwa R mengalami kekerasan fisik saat mengikuti upacara bendera Hari Kesaktian Pancasila, di mana ia ditendang dan dilempari batu oleh teman-temannya.
"(Anak saya) ada (menerima) pemukulan dan fisik, ditendang dari belakang dan dilempar batu yang mengenai mata dan mukanya," tambah F.
Karena kejadian tersebut, F telah melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Metro Depok untuk ditindaklanjuti.
"Pihak kepolisian bergerak cepat. Saya juga akan melakukan visum di RS Brimob," ungkapnya.