Emiten Raja Emas BEI Terungkap, Bukan Merdeka, apalagi Antam

Emiten Raja Emas BEI Terungkap, Bukan Merdeka, apalagi Antam

Emiten raja emas di BEI akhirnya terungkap, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR). - Halaman all

(InvestorID) 04/10/24 16:11 15969332

JAKARTA, Investor.id – Emiten raja emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) bukan PT Merdeka Copper Tbk (MDKA), apalagi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), melainkan PT United Tractors Tbk (UNTR). Adapun PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) segera menjadi pemain penting.

Berdasarkan riset Verdhana Sekuritas Indonesia, produksi tahunan UNTR mencapai 235 ribu ounces (koz), berada di posisi puncak. Di bawah UNTR, ada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebanyak 133 koz, lalu PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) 123 koz, MDKA 120 koz, BRMS 50 koz, dan ANTM 30 koz. BRMS, demikian Verdhana, ke depan diprediksi memproduksi emas 100 koz per tahun.

UNTR adalah sayap bisnis Grup Astra di sektor pertambangan mineral, alat berat, hingga kontraktor dan tambang batu bara. UNTR adalah pemilik tambang emas Martabe di Sumatera Utara.

Sementara itu, dari sisi cadangan, merujuk daya Bloomberg dan Verdhana, MDKA menjadi yang terbesar, yakni sebanyak 32 juta oz, lalu BRMS 9,3 juta oz, ARCI 5,4 juta oz, dan PSAB 6,4 juta oz.

Propek BRMS dan Harga Emas

 Di sisi lain, Verdhana Sekuritas bertandang ke PT Citra Palu Minerals (CPM) di Sulawesi untuk  mencermati operasional bisnis emas BRMS di Poboya. BRMS telah mengamankan pendanaan untuk membangun empat pabrik emas dengan kapasitas 10.500 ton per hari, sehingga totalnya mencapai 100 koz per tahun.

Hingga ini, dua pabrik telah diperasikan CPM dengan produksi 4.500 ton per hari. Produksi emas terus meningkat sejak kali pertama dimulai.

Per Juni 2024, volumenya mencapai 27 koz, melampaui total tahun 2023. CPM memiliki keunggulan, yakni lokasi tambang dan pabrik hanya 2,5 km, sehingga lebih hemat secara operasional.

“Perseroan berencana meningkatkan produksi hingga 2028 dengan CAGR 19%,” tulis broker itu, dikutip Jumat (4/10/2024).

Sementara itu, analis Dupoin Indonesia Andy Nugraha mengatakan, ada peluang harga emas naik menjelang akhir pekan ini. Hal ini ditopang oleh dua faktor, yaitu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas dan tren pemangkasan suku bunga global.

Nugraha menjelaskan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas, yang menciptakan permintaan akan safe haven seperti emas. Pada Jumat (4/10/2024), emas kembali naik di atas US$ 2.650 karena kekhawatiran ini. Konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut menyebabkan aliran modal ke aset-aset aman, termasuk emas.

Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #emiten-raja-emas #bei #pt-united-tractors-tbk-untr #mdka #antm #brms #produksi-tahunan #cadangan #verdhana-sekuritas #emiten-emas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375583/emiten-raja-emas-bei-terungkap-bukan-merdeka-apalagi-antam