Hari Raya Kuningan 2024: Kapan, Makna, dan Rangkaian
Simak informasi seputar makna, rangkaian, dan waktu merayakan Hari Raya Kuningan 2024 bagi umat Hindu di Indonesia. Halaman all
(Kompas.com) 04/10/24 14:08 15976307
KOMPAS.com – Hari Raya Kuningan termasuk hari penting bagi umat Hindu di Indonesia, utamanya di Bali.
Kerap dikenal sebagai Tumpek Kuningan, hari tersebut dikaitkan dengan turunnya para dewa dan leluhur ke bumi. Berikut informasi selengkapnya.
- 3 Perbedaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Ada Waktu Perayaan
- Ucapan Hari Raya Galungan dan Kuningan: Bagaimana dan Kapan?
Hari Raya Kuningan 2024 tanggal berapa?
AFP/SONNY TUMBELAKA Warga berdoa saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.Hari Raya Kuningan dirayakan dua kali dalam setahun, setiap 210 hari sekali atau enam bulan sekali.
Tepatnya, Hari Raya Kuningan berjarak 10 hari usai Hari Raya Galungan, mengikuti kalender Bali yang disebut wuku.
"Wuku adalah kalender Bali yang mana perhitungannya satu wuku sama dengan tujuh hari dan satu tahun kalender wuku terdapat 420 hari," tutur Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Pada tahun 2024, Hari Raya Kuningan pertama dirayakan pada Sabtu (9/3/2024) lalu, dan yang kedua jatuh pada Sabtu (5/10/2024) esok.
Kuningan selalu diperingati pada hari Sabtu Kliwon karena mengikuti wuku Kuningan dalam penanggalan Bali.
- Mengenal Sejarah Hari Raya Kuningan, Turunnya Dewa dan Leluhur ke Bumi
- Makna dan Pelaksanaan Hari Raya Kuningan, Hari Memohon keselamatan
Makna Hari Raya Kuningan
KOMPAS.com/KRISNA DIANTHA AKASSA Sameton Hindhu Dharma Bali Swiss melakukan Pujab Trisandya dalam peringatan Hari Raya Kuningan di Desa Hilfikon, Kota Aarau, Swiss, Sabtu (18/6/2022).Menurut Ida Bagus, pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu melakukan pemujaan kepada para dewa sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa, serta pitara (leluhur).
“Sebenarnya, makna dirayakannya Hari Raya Kuningan adalah untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan tuntunan lahir batin kepada Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Ida Bagus.
Adapun inti dari hari raya ini adalah untuk memohon keselamatan, kedirgayusan, serta perlindungan dan tuntunan lahir batiin.
View this post on Instagram
Rangkaian Hari Raya Kuningan
AFP/SONNY TUMBELAKA Warga berdoa saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.Perayaan Hari Raya Kuningan tidak dilaksanakan sendiri. Sebab, sebelum hari tersebut terdapat perayaan lain yaitu Hari Penampahan Kuningan yang jatuh pada Jumat (4/10/2024) ini.
Dilansir dari laman Kementerian Keuangan, Jumat (4/10/2024), Hari Penampahan Kuningan dilaksanan setiap Sukra Wage Wuku Kuningan. Biasanya persiapannya dilakukan dengan menyembelih hewan ternak dan membuat sesajen untuk persembahyangan pada Hari Raya Kuningan keesokan harinya.
Dilaporkan oleh artikel Kompas.com yang tayang pada Rabu, (11/1/2023), arti kata "penampahan" adalah memotong atau memangkas sesuatu.
"Penampahan" bermakna memotong atau memangkas hal-hal yang bersifat ahamkara (keakuan), momo angkara (rakus), dan sifat-sifat kegelapan yang ada dalam diri manusia.
Selain itu, Hari Penampahan Kuningan juga dimaknai sebagai hari untuk menghilangkan atau memusnahkan sifat-sifat buruk yang dalam diri manusia.
Pada hari ini, umat Hindu di Indonesia diimbau untuk menggelar upacara mabyakala guna menciptakan kesucian pikiran agar jauh dari hal-hal negatif dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain.
AFP/SONNY TUMBELAKA Warga memainkan alat musik saat perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Sakenan di Pulau Serangan, Bali, Sabtu (26/9/2020). Hari Raya Kuningan yang digelar beberapa hari setelah Galungan ini dimaksudkan untuk merayakan saat Dewa-dewa dan leluhur kembali ke surga setelah bertemu keturunannya.Pada Hari Raya Kuningan esok hari, diyakini bahwa para dewa dan leluhur akan turun ke bumi, tapi hanya sampai tengah hari saja sebelum akhirnya kembali ke surga.
Oleh karena itu, umat Hindu hanya melakukan persembahyangan sampai tengah hari, biasanya sekitar pukul 12.00 siang.
“Selain melakukan persembahyangan di tempat suci rumah masing-masing, masyarakat Bali biasanya memadati tempat suci Pura dengan mengenakan pakaian tradisional dan membawa persembahan," terang Ida Bagus.
Adapun dilaporkan oleh Kompas.com, Jumat (13/1/2023), Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali, I Gede Pitana mengatakan, Hari Raya Kuningan biasanya dirayakan secara sederhana, tak semeriah saat Hari Suci Galungan.
"Kuningan itu kecil. Biasa, misalnya seperti kita upacara di kantor, dibuka oleh menteri, ditutup pak lurah, misalnya. Jadi pembukaannya besar, penutupannya sekadarnya saja," tutur dia.
View this post on Instagram
#hari-raya-kuningan-2024 #hari-raya-kuningan-5-oktober-2024 #kapan-hari-raya-kuningan #makna-hari-raya-kuningan #galungan-kuningan-2024 #rangkaian-hari-raya-kuningan #kuningan-2024-tanggal-berapa