Rajawali Nusindo Tuntaskan Penyaluran 438 Ribu Bantuan Pangan Stunting di NTT

Rajawali Nusindo Tuntaskan Penyaluran 438 Ribu Bantuan Pangan Stunting di NTT

NTT salah satu provinsi kedua dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. - Halaman all

(InvestorID) 04/10/24 20:41 15979041

JAKARTA, investor.id–Holding BUMN Pangan ID Food melalui anak perusahaannya, PT Rajawali Nusindo (RN), memastikan, penyaluran bantuan pangan penanganan stunting (BPPS) sebanyak 438 ribu paket di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terealisasi 100% awal Oktober ini. Distribusi BPPS itu dilakukan RN guna membantu menekan angka stunting di Indonesia bagian timur.

Direktur Utama RN Wahyu Sakti mengatakan, di 2024, Provinsi NTT mendapat kuota BPPS berupa telur dan daging ayam sebanyak 438 ribu paket yang disalurkan dalam dua tahap. Sebanyak 438 ribu paket bantuan itu disalurkan kepada 73 ribu keluarga risiko stunting (KRS) di wilayah NTT berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, setiap tahapannya disalurkan 219 ribu paket. “Pengiriman bantuan 438 ribu paket dilaksanakan dalam dua tahap dan akan selesai minggu ini,” ujar Wahyu dalam keterangannya saat menghadiri secara langsung untuk memastikan penyaluran bantuan terselenggara dengan lancar di Kupang, NTT, Jumat (04/10/2024).

Penyaluran BPpS di NTT pada setiap tahapan dilakukan di tujuh kabupaten/kota, terdiri atas Atambua dengan kuota 15.534 paket, Ende 17.766, Komodo 43.128, Kupang 48.438, Maumere 26.265, Soe 24.294, dan Waingapu 43.779 paket. Setiap paket terdiri atas 10 butir telur ayam dan 1 kilogram (kg) daging ayam.

RN berharap, kerja sama penyaluran BPPS itu dapat memenuhi asupan gizi bagi keluarga yang mempunyai balita rawan stunting serta bagi ibu hamil, sehingga dapat turut menurunkan tingkat prevalensi stunting di salah satu provinsi yang terletak di Indonesia timur tersebut. “Harapannya, bantuan yang diberikan itu bisa bermanfaat dan segera bisa diolah untuk menambah asupan gizi bagi ibu hamil dan anak balita di wilayah NTT yang masuk kategori rawan stunting,” jelas Wahyu.

Stunting di NTT merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup mendesak dan memerlukan perhatian serius. Sejumlah laporan menunjukkan, NTT salah satu provinsi kedua dengan angka stunting tertinggi di Indonesia setelah Papua Pegunungan.

Pada 2023, prevalensi stunting di NTT sebesar 37,9%, itu menunjukkan 37-38 dari 100 balita di NTT mengalami stunting. Berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat per Februari 2024, prevalensi stunting di NTT sebesar 15,2% atau 61.961 anak stunting.

Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #id-food #rajawali-nusindo #bantuan-pangan-stunting #prevalensi-stunting-ntt #harga-daging-ayam #harag-telur #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/375613/rajawali-nusindo-tuntaskan-penyaluran-438-ribu-bantuan-pangan-stunting-di-ntt