Harga Bitcoin Melejit di Tengah Kuatnya Data Ekonomi AS
Pasar kripto melesat dalam 24 jam terakhir. Tapi, harga Bitcoin melejit di tengah menguatnya data Amerika Serikat (AS). - Halaman all
(InvestorID) 05/10/24 09:40 16004211
JAKARTA, investor.id - Pasar kripto melesat dalam 24 jam terakhir. Tapi, harga Bitcoin melejit di tengah menguatnya data Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu (4/10/2024) pukul 08.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global naik 2,9% menjadi US$ 2,16 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melejit 1,6% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 62.012 per koin atau setara Rp 971,7 juta (kurs, Rp 15.670).
Hal serupa terjadi pada Ethereum (ETH) meningkat 2% menjadi US$ 2.415 per koin. Sedangkan Binance (BNB) juga menguat 1,4% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 555 per koin.
Dikutip dari CoinDesk, token berbasis kecerdasan buatan (AI) memimpin kenaikan pasar kripto setelah kekhawatiran geopolitik mereda dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), yaitu laporan ketenagakerjaan yang luar biasa mengurangi ketakutan akan resesi.
Analis Will Clement mengatakan, Bitcoin, yang sebelumnya sempat jatuh ke US$ 60 ribu pada awal pekan ini, kembali naik didorong oleh sinyal bahwa The Fed akan melonggarkan kebijakan di tengah ekonomi yang kuat.
Mata uang kripto alternatif atau altcoin melonjak pada perdagangan Jumat, dengan beberapa token terkait AI mengalami kenaikan signifikan. Token Bittensor (TAO) naik 14%, sementara Render (RNDR) naik 8% dalam 24 jam terakhir. Indeks CoinDesk Computing, yang melacak beberapa token terkait AI, menjadi sektor kripto dengan performa terbaik.
Secara khusus, manajer aset Grayscale meningkatkan bobot TAO dalam portofolio kripto AI terdesentralisasinya dari 3% pada Juli menjadi 27%. Grayscale juga menambahkan Graph (GRT) dan menggantikan Livepeer (LPT).
Bitcoin bergerak naik stabil selama jam perdagangan AS. Indeks acuan kripto CoinDesk 20 juga meningkat 4,2%, menunjukkan bahwa altcoin mengungguli performa BTC.
Salah satu faktor pendorong adalah laporan data ketenagakerjaan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Pada September, AS menambah 251 ribu pekerjaan, jauh melampaui perkiraan 140 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%, meredam kekhawatiran resesi dalam waktu dekat.
Sentimen positif ini juga menyebar ke pasar saham, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,9% dan 1,2% pada penutupan. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik 13 basis poin mendekati 4%, sementara indeks dolar AS mencapai level terkuat sejak pertengahan Agustus.
Pemangkasan Suku Bunga
Investor kini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada November.
Analis riset di 21Shares, manajer aset digital Leena ElDeeb mengatakan, Bitcoin dan aset kripto lainnya sensitif terhadap data ketenagakerjaan AS. Sebab, data tersebut mempengaruhi keputusan The Fed terkait pemangkasan suku bunga, yang pada akhirnya berdampak positif pada BTC seiring penurunan biaya pinjaman.
"Kami memperkirakan aliran dana akan pulih setelah ketegangan geopolitik yang mengguncang pasar selama seminggu terakhir," tambah dia.
Sementara itu, pendiri 10x Research Markus Thielen menyatakan, penurunan harga Bitcoin di awal Oktober kemungkinan telah berakhir, dengan harga diperkirakan akan naik dalam beberapa minggu mendatang. Data pasar derivatif menunjukkan bahwa investor tidak lagi mencari perlindungan terhadap penurunan lebih lanjut, dan likuidasi besar-besaran yang terjadi awal pekan ini menandai titik harga terendah.
"Selama ekonomi AS tetap kuat, saham dan kripto masih memiliki ruang untuk naik," kata Thielen.
Pendiri Reflexivity Research Will Clemente juga mengatakan bahwa pelonggaran kebijakan moneter The Fed di tengah ekonomi yang kuat merupakan sinyal positif bagi Bitcoin setelah terjadinya aksi jual besar-besaran akibat leverage yang berlebihan.
"Orang-orang melepas posisi mereka karena leverage yang berlebihan atau terjebak dalam isu geopolitik. Namun, dengan laporan pekerjaan yang kuat hari ini, ekonomi AS terbukti kuat sementara kita baru saja memulai siklus pelonggaran global, dan kini pasar kripto sedang dalam fase penyesuaian kembali," tulis Clemente dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter).
"Banyak kekhawatiran, namun Bitcoin terus merangkak naik," tambahnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-bitcoin #bitcoin #btc #pasar-kripto #data-ekonomi-as #data-ketenagakerjaan-as #etheruem #binance #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375649/harga-bitcoin-melejit-di-tengah-kuatnya-data-ekonomi-as