Pasar Saham dalam Tekanan Jual Hebat, Kenapa?
Pekan ini, pasar saham di BEI dalam tekanan jual hebat. Hal itu disebabkan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah - Halaman all
(InvestorID) 05/10/24 10:20 16004220
JAKARTA, investor.id – Pekan ini, pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tekanan jual hebat. Hal itu disebabkan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 30 September – 4 Oktober 2024, indeks harga saham gabungan (IHSG) jatuh 2,6% ke level 7.496 dari 7.696 pada penutupan pekan lalu. Ini merupakan penurunan mingguan dalam tiga pekan berturut-turut.
Kapitalisasi pasar bursa juga melorot 2,6% menjadi Rp 12.531 triliun dari Rp 12.875 triliun pada pekan lalu.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian justru naik 19,3% menjadi Rp 19,53 triliun dari Rp 16,36 triliun pada pekan lalu.
Sedangkan rata-rata volume transaksi harian turun 5,4% menjadi 25,2 miliar saham dari 23,9 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun sebesar 4,3% menjadi 1,27 juta kali dari 1,33 juta kali pada pekan lalu.
Net Sell Asing
Pada perdagangan Jumat (4/10/2024), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 521 miliar. Hal itu membuat nilai beli asing (net buy) investor asing sepanjang tahun berjalan ini berkurang menjadi Rp 47,8 triliun.
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, pasar saham dilanda tekanan jual hebat karena terbebani ketegangan di Timur Tengah, terutama kekhawatiran bahwa Israel akan menargetkan serangan terhadap infrastruktur minyak Iran. Hal itu memicu kenaikan harga minyak, yang pada gilirannya akan membebani APBN akibat peningkatan harga minyak tersebut.
Menurut Pilarmas, kenaikan harga minyak dunia ini juga akan memicu peningkatan belanja subsidi energi dan perlindungan sosial, karena lonjakan harga minyak akan mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Pasar khawatir jika konflik ini berkepanjangan, hal tersebut akan menimbulkan tantangan bagi pemerintah baru dan APBN 2025. Akibatnya, pemerintah baru kemungkinan akan mempertimbangkan revisi APBN, sejalan dengan penyesuaian asumsi makro ekonomi,” papar Pilarmas.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pasar-saham-bei #ihsg #kapitalisasi-pasar-bei #bei #nilai-transaksi-harian-bei #volume-transaksi-harian-bei #frekuensi-harian-bei #net-sell-asing #berita-ekonomi-terki
https://investor.id/market/375653/pasar-saham-dalam-tekanan-jual-hebat-kenapa