Implementasi QSHE Penting untuk Bangun Budaya Keselamatan Kerja
Quality, Health, Safety and Environment atau QHSE memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya keselamatan kerja. - Halaman all
(InvestorID) 05/10/24 10:34 16008610
JAKARTA, investor.id -Quality, Health, Safety and Environment atau QHSE memiliki peran yang sangat penting dalam membangun budaya keselamatan kerja.
Berdasarkan data Kemenaker pada periode Januari s.d. Mei 2024 tercatat jumlah kasus kecelakaan kerja di Indonesia sebanyak 162.327 kasus dengan rincian sebanyak 91,83 persen termasuk peserta penerima upah, 7,26 persen termasuk peserta bukan penerima upah dan 0,91 persen termasuk peserta jasa konstruksi.
Penyebab utama dari tingginya angka kecelakaan ini antara lain adalah kurangnya implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang memadai di banyak perusahaan, terutama di sektor-sektor yang memiliki risiko tinggi.
Banyak perusahaan, terutama yang berukuran kecil hingga menengah, belum menerapkan prosedur dan standar keselamatan yang sesuai, serta pelatihan rutin bagi pekerja sering kali tidak memadai.
Selain itu, lemahnya pengawasan dari pihak berwenang dan pengawasan internal di perusahaan juga turut berkontribusi terhadap masalah ini. Kurangnya penegakan hukum serta ketidak konsistenan dalam pengawasan menyebabkan standar keselamatan sering kali diabaikan.
Hal ini diperburuk dengan kualitas pelatihan keselamatan yang tidak mencukupi, yang membuat pekerja kurang memahami dan menerapkan prosedur keselamatan yang benar.
Untuk meningkatkan implementasi QHSE maka digelar ajang IQSA 2024 yang merupakan kolaborasi Businessasia Indonesia bekerja sama dengan Forum QHSE BUMN Konstruksi. Untuk gelaran tahun 2024 mengusung tema Operation Excellence for Business Sustainability.
“Tema gelaran ini disesuaikan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang sudah disepakati seluruh negara yang menjadi anggota PBB. Terutama poin 3 (good health and well-being), 8 (decent work and economy growth), 9 (industry, innovation, and infrastructure), 12 (responsible consumtion and production), dan 13 (climate action). Tema ini diambil sekaligus juga disesuaikan dengan tema Bulan K3 Nasional 2024 yang dicanangkan pemerintah yaitu “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsuhan Usaha,” kata Ketua Penyelenggara IQSA 2024 Jamalul Izza, ST, MM dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/10/2024).
QHSE merupakan integrasi dari beberapa ISO, terdiri dari ISO 9001:2015 mengenai Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 mengenai Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001:2018 mengenai Sistem Manajemen K3.
Aspek kualitas atau mutu dari QHSE mendorong perusahaan untuk melakukan manajemen proses dengan cara memantau, kontrol, dan mengatur kualitas dari produk atau jasa yang dikeluarkan.
Lingkungan dari QHSE mencakup manajemen kualitas lingkungan guna menekan dampak lingkungan yang akan terjadi berdasarkan Regulasi Lingkungan yang berlaku dalam tempat usaha, disertai dengan K3 yang mencakup kesehatan dan keselamatan.
22 perusahaan dari berbagai sektor industri di Indonesia berhasil meraih penghargaan dalam ajang Indonesia IQSA 2024 yang digelar di Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2024) malam.
Perusahaan tersebut berasal dari sektor pertambangan, Migas, pengapalan, kepelabuhanan, bandara, konstruksi, properti, jalan tol, pengeboran dan peledakan, rumah sakit, dan logistik.
Selain kepada perusahaan, lanjut dia, IQSA 2024 juga memberikan penghargaan kepada almarhumSuma’mur Prawira Kusumah dan Soehatman Ramli yang selama hidupnya telah mendedikasikan diri bagi kemajuan dunia K3 Indonesia.
Pada kesempatan sama, Juanda Jafar dari Businessasia Indonesia mengatakan bahwa penyelenggaraan IQSA 2024 dilatari oleh rasa keprihatinan mendalam atas berbagai kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Indonesia.
Dikatakan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, dalam lima tahun terkahir, kasus kecelakaan kerja di Indonesia menembus angka di atas 200 ribu kasus per tahun.
Puncaknya terjadi di tahun 2023 yang mencatat angka 360.635 kejadian dan membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah diberlakukannya UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Dari angka itu, pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja rata-rata mencapai 2.500 orang/tahun atau setiap hari ada 8 pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
“Semoga implementasi K3/HSE/QHSE di perusahaan-perusahaan terus meningkat lewat penyelenggaraan IQSA 2024,” kata Juanda.
Sementara itu Ketua Umum Forum QHSE BUMN Konstruksi Subkhan, ST, MPSDA, IPU, AseanEng sangat mengapresiasi IQSA 2024. Kegiatan IQSA dinilainya sangat inspiratif dan inovatif bagi upaya memajukan dunia K3 sekaligus membudayakan K3 di seluruh sektor industri di Indonesia.
“Kegiatan IQSA ini sangat inspiratif dan inovatif karena pertama kali di Indonesia ada sebuah ajang penghargaan yang menilai integrasi antara Quality Management System (QMS), Occupational Safety and Health Management System (OSHMS), Environment Management System (EMS), implementasi inovasi, dan digitalisasi secara komprehensif,” kata Subkhan yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Juri IQSA 2024.
“Dan terpenting kegiatan ini juga merupakan salah satu bagian dari upaya ekosistem dalam memajukan implementasi QHSE di semua bidang. Para peserta IQSA 2024 cukup beragam, mewakili berbagai sektor industri di Indonesia,” kata Subkhan menambahkan.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #k3 #keselamatan-kerja #iqsa-2024 #kecelakaan-kerja #subkhan #qhse #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/375659/implementasi-qshe-penting-untuk-bangun-budaya-keselamatan-kerja