Melania Trump dan Suami Beda Pandangan Soal Aborsi
Melania Trump mengatakan, tidak ada ruang kompromi mengenai hak perempuan melakukan aborsi, sekaligus menandai perbedaan sikap Donald Trump. - Halaman all
(InvestorID) 05/10/24 21:41 16033532
WASHINGTON, investor.id – Melania Trump, istri dari mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengatakan bahwa tidak ada ruang kompromi mengenai hak perempuan untuk melakukan aborsi. Pernyataan ini menandai perbedaan yang signifikan dari sikap publik Trump.
“Kebebasan individu adalah prinsip dasar yang saya jaga. Tanpa diragukan lagi, tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal hak esensial yang dimiliki oleh semua perempuan sejak lahir, yaitu kebebasan individu. Apa arti sebenarnya dari \'tubuh saya, pilihan saya\'?” ujar mantan ibu negara itu dalam video yang diunggah di media sosial, yang dilansir Al Jazeera pada Kamis (03/10/2024).
Namun video yang diunggah, Kamis tampaknya merupakan bagian dari promosi untuk memoar barunya, Melania, yang akan dirilis minggu depan.Ini mengingat Melania punya kecenderungan lebih banyak diam dalam mengartikulasikan pandangan politiknya di depan umum. Bahkan jarang menyuarakan pendapat tentang isu-isu yang sedang hangat, terutama selama musim pemilu 2024 saat ini.
Pada Rabu (02/10/2024), surat kabar The Guardian menerbitkan beberapa kutipan awal. Di satu bagian, Melania Trump menulis: “Hak fundamental seorang wanita atas kebebasan individu, atas hidupnya sendiri, memberinya wewenang untuk mengakhiri kehamilannya jika dia menginginkannya.”
Surat kabar tersebut mengatakan, Melania juga membela beberapa aborsi yang dilakukan pada tahap akhir kehamilan, sebagian besar karena kebutuhan medis atau untuk menyelamatkan nyawa ibu.
Sebelumnya Trump – yang menetapkan hak konstitusional untuk akses aborsi – telah mengkampanyekan perannya dalam membatalkan keputusan Mahkamah Agung (MA), Roe v Wade.
Sebagai informasi, Roe v Wade adalah putusan penting Mahkamah Agung AS yang menyatakan bahwa Konstitusi AS melindungi kebebasan seorang wanita hamil untuk menjalani aborsi tanpa batasan berlebihan dari pemerinta
Kampanye Larangan Aborsi
Meskipun Trump (78 tahun) kerap mengubah pendiriannya tentang aborsi selama bertahun-tahun, sampai sekarang ia masih mendukung menyerahkan masalah ini kepada masing-masing negara bagian untuk memutuskannya.
“Pandangan saya sekarang adalah bahwa kita memiliki aborsi di mana semua orang menginginkannya dari sudut pandang hukum, negara bagian akan menentukan melalui pemungutan suara atau legislasi, atau mungkin keduanya. Dan apa pun yang mereka putuskan haruslah menjadi hukum negara. Dalam hal ini, hukum negara,” demikian disampaikan Trump pada April 2024.
Namun pada Juni 2022, Trump mendapat pujian karena telah menunjuk tiga hakim Mahkamah Agung yang membatalkan Roe v Wade. Keputusan itu mengakhiri lebih dari 50 tahun perlindungan aborsi federal.
“Saya telah melakukan jasa besar dalam melakukannya. Butuh keberanian untuk melakukannya. Dan Mahkamah Agung memiliki keberanian yang besar dalam melakukannya,” kata ia dalam debat presiden pada 10 September.
Di sisi lain, komentar yang diutarakan Melania dalam video kemungkinan besar memicu perpecahan lebih lanjut di dalam Partai Republik. Di mana telah terjadi perbedaan pendapat menentang sikap suaminya yang ambigu terhadap akses aborsi.
Semisal pada Maret, ketika Trump membuat pernyataan yang menunjukkan bakal mendukung larangan nasional.
“Mungkin kita bisa menyatukan negara ini dalam masalah itu,” tuturnya dalam sebuah acara radio pagi.
Namun ketika dia mundur pada April, menolak potensi larangan federal, ada reaksi keras dari kaum evangelis dan konservatif garis keras, termasuk mantan wakil presidennya, Mike Pence.
Saat itu, Pence menyebut sikap Trump ibarat “tamparan di wajah” bagi jutaan orang Amerika yang “pro-kehidupan” yang memilihnya pada 2016 dan 2020.
Pada Juni 2024, di bawah kepemimpinan Trump, Partai Republik juga menyetujui dokumen platform yang tidak memberikan dukungan eksplisit terhadap larangan aborsi nasional. Tetapi turut memicu protes di antara beberapa anggota Partai Republik lain, yang khawatir bahwa hal ini menandakan melemahnya komitmen untuk menerapkan pembatasan aborsi.
Dukungan Masyarakat Luas
Para pakar politik sendiri sudah sejak lama menganggap aborsi sebagai isu menguntungkan bagi Demokrat, yang sebagian besar mendukung akses lebih besar terhadap layanan kesehatan reproduksi.
Ketika Partai Demokrat memperoleh hasil yang lebih baik dari yang diharapkan dalam pemilihan sela tahun 2022, para kritikus menganggap hasil tersebut disebabkan oleh kemarahan publik terhadap keputusan Mahkamah Agung untuk mengakhiri perlindungan aborsi federal.
Awal tahun ini, Pew Research Center mengonfirmasi bahwa, bahkan dua tahun kemudian, mayoritas warga Amerika mendukung ketersediaan aborsi dalam hampir semua kasus. Hampir enam dari 10 responden menyatakan aborsi seharusnya legal.
Dalam pemilihan presiden tahun ini, Trump berupaya memenangkan hati pemilih perempuan — dan beberapa pakar mengatakan ia mungkin meremehkan aborsi sebagai isu pemilu sebagai akibatnya.
Selama debat wakil presiden minggu ini, misalnya, calon wakil presiden Trump, JD Vance, berusaha menyampaikan posisi moderat mengenai isu tersebut, dengan berfokus pada platform "pro-keluarga" dan menyatakan simpati bagi mereka yang mempertimbangkan aborsi.
Namun, ia sebelumnya mengatakan akan mendukung pelarangan aborsi nasional. "Saya tentu ingin aborsi menjadi ilegal secara nasional," kata Vance pada Januari 2022 saat mencalonkan diri menjadi Senat.
Sementara perdebatan antara Vance dan Demokrat Tim Walz berlangsung, Trump menegaskan kembali di platform media sosial Truth Social miliknya bahwa ia tidak akan mendukung larangan nasional.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #melania-trump #beda-pandangan-aborsi #hak-aborsi #donald-trump #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/375692/melania-trump-dan-suami-beda-pandangan-soal-aborsi