Paulo Fonseca Bicara Kontinuitas dan Potensi Milan yang Belum Tercapai

Paulo Fonseca Bicara Kontinuitas dan Potensi Milan yang Belum Tercapai

Paulo Fonseca menjelaskan bahwa Milan belum mencapai potensi yang sesungguhnya.

(Kompas.com) 06/10/24 02:11 16036594

KOMPAS.com - Pelatih Milan, Paulo Fonseca, menekankan perjalanan panjang yang harus dilalui Rossoneri sebelum mencapai potensi penuh.

Fonseca menjelaskan bahwa dia tidak berencana untuk melakukan banyak perubahan jelang laga kontra Fiorentina pada Minggu (6/10/2024) ataui Senin dini hari WIB.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan pada hari Sabtu, dia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam pemilihan tim yang telah menunjukkan peningkatan nyata dalam beberapa pekan terakhir.

Milan menorehkan tiga kemenangan beruntun termasuk hasil 2-1 atas rival terberat mereka, Inter Milan, yang menjadi kemenangan pertama Rossoneri atas Inter dalam enam pertemuan terakhir.

“Kontinuitas penting saat ini. Kita harus memberi pemain waktu untuk pulih jika tim tampil baik, dan mempertahankan sebanyak mungkin pemain di susunan inti," tutur Pioli mengenai rencana perubahan minim kepada timnya.

"Hal ini bukan karena saya tidak percaya kepada para pemain,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan kemungkinan untuk tetap menggunakan duet bek tengah Matteo Gabbia dan Fikayo Tomori dalam pertandingan kontra Fiorentina tersebut.

“Stabilitas sangat penting, terutama di lini belakang. Gabbia dan Tomori telah bermain dengan sangat baik, dan saya rasa Pavlovic perlu terus bekerja keras, karena ia akan memiliki peluang."

"Gabbia dan Tomori tampil bagus, dan itu penting untuk berlanjut,” tambah Fonseca.

Fonseca juga bangga dengan penampilan Gabbia yang telah menarik perhatian pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, untuk ronde laga internasional Oktober ini.

Ini adalah kali pertama Gabbia dipanggil ke timnas senior Italia walau ia telah memperkuat Azzurri di Piala Eropa U17 2016, Piala Eropa U19 2018, dan Piala Dunia U20 2019.

“Saya adalah pelatih Milan dan tidak ingin memengaruhi Spalletti, tetapi saya rasa dia telah membuat pilihan tepat. Gabbia sedang dalam momen hebat, dan saya sangat puas," katanya.

"Jika ada yang pantas mendapatkannya (kesempatan tersebut), itu adalah Gabbia.”

Selain itu, ia juga menilai kekalahan 0-1 Milan dari Bayer Leverkusen pada laga Liga Champions medio pekan kemarin sebagai persiapan sebelum bertandang ke markas Fiorentina.

Milan menang 2-1 atas Fiorentina berakat gol-gol Rubern Lofstus Cheek dan Rafael Leao pada pertemuan terakhir di Firenze yang terjadi pada Maret 2024.

Namun, mereka kalah 1-2 serta 3-4 pada dua pertemuan sebelum itu di Artemio Franchi.

“Kami tidak menang di Leverkusen, dan tim sangat kecewa. Namun, saya punya firasat baik. Tim kembali bekerja dengan baik, dan kami ingin menang," ujarnya.

"Bermain di Firenze selalu sulit, mereka memiliki tim yang sangat bagus.”

Di akhir pernyataannya, Fonseca menekankan bahwa Milan masih dalam masa pertumbuhan.

“Ini bukan berarti kami sudah berhasil hanya karena menang melawan Lecce dan Inter. Kami harus terus tumbuh," ujar eks pelatih Lille, Shakhtar Donetsk, dan Roma ini.

"Kami memang berkembang, tetapi masih banyak yang harus ditingkatkan. Milan yang sesungguhnya belum dekat, dan kami harus bisa lebih banyak lagi,” tutupnya.

#serie-a #ac-milan #liga-italia #paulo-fonseca #liga-champion

https://bola.kompas.com/read/2024/10/06/02113838/paulo-fonseca-bicara-kontinuitas-dan-potensi-milan-yang-belum-tercapai