[POPULER JABODETABEK] Kesimpulan Akhir Kasus 7 Jenazah di Kali Bekasi | Ahok Sebut Megawati Calonkan Pramono Anung karena Situasi Sedang Genting
Berita populer Jabodetabek dimulai dari kesimpulan akhir kasus 7 jenazah di Kali Bekasi sampai Pramono sebut Kalijodo kembali remang-remang. Halaman all
(Kompas.com) 06/10/24 05:30 16046229
JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah berita di Jabodetabek mewarnai pemberitaan Kompas.com sepanjang Sabtu (5/10/2024).
Artikel tentang kesimpulan akhir kasus 7 jenazah di Kali Bekasi menjadi berita yang paling ramai dibaca oleh pembaca Kompas.com.
Kemudian, artikel mengenai Ahok sebut Megawati calonkan Pramono Anung karena situasi sedang genting juga ramai dibaca.
Sementara itu, berita tentang Pramono Anung sebut Kalijodo kembali remang-remang sejak ganti kepemimpinan turut menarik perhatian dan banyak dibaca.
Ketiga berita di atas masuk dalam deretan berita populer Jabodetabek, berikut paparannya:
1. Kesimpulan akhir kasus 7 remaja di Kali Bekasi, polisi pastikan tak ada pelanggaran
Teka-teki penyebab kematian tujuh remaja yang jasadnya ditemukan mengapung di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024) pagi, akhirnya terungkap.
Polisi menyimpulkan, ketujuh remaja ini tewas karena tenggelam usai menceburkan diri ke Kali Bekasi.
Mereka meloncat ke sungai tak lama setelah Tim Perintis Patroli Presisi Polres Metro Bekasi Kota mendatangi sebuah gubuk atau warung yang berada di bantaran Kali Bekasi, Jalan Satopati, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Sabtu (21/9/2024) dini hari.
Gubuk ini menjadi tempat sekitar 60-90 remaja berkumpul dalam rangka merayakan ulang tahun kelompok gengster Cikunir All Stars yang hendak mencari lawan aksi tawuran. Baca selengkapnya di sini.
2. Ahok: Megawati calonkan Pramono Anung karena situasi sedang genting
Ketua DPP PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut, keputusan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mencalonkan Pramono Anung pada Pilkada Jakarta karena situasi pada saat itu sedang genting.
Hal tersebut Ahok sampaikan di depan ratusan Ahokers yang mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno "Si Doel".
“Hari ini, banyak saya tahu, bapak dan ibu kecewa, kenapa tidak saya? Ibu Megawati itu persis ibu saya, umurnya, sampai tahi lalatnya, mirip ibu saya. Umurnya sama persis ibu saya,” kata Ahok di Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2024).
“Ketika saya bicara sama ibu, saya mendapatkan kesimpulan, situasi ini, peperangan kita ini lagi genting sebetulnya,” imbuh dia. Baca selengkapnya di sini.
3. Pramono Anung: sejak ganti kepemimpinan, Kalijodo kembali remang-remang
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menyebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menjadi remang-remang sejak berganti kepemimpinan.
Hal tersebut diungkapkan saat Pramono menyinggung soal kawasan Kalijodo merupakan tempat lokalisasi tetapi diubah oleh eks Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Mulanya, Pramono mengaku mendapat banyak pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai nasib program peninggalan Anies Baswedan dan Ahok.
“Menurut saya, harus dilanjutkan (program Anies dan Ahok yang baik-baik). Contoh, tahu Kalijodo kan? Yang dulu haram jadah, sama Pak Ahok diubah menjadi tempat bermain anak-anak, ruang terbuka hijau dan bagus,” kata Pramono saat berkampanye di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (5/1/2024). Baca selengkapnya di sini.
#ahok #pramono-anung #megawati #berita-populer-jabodetabek #7-mayat-di-kali-bekasi #penemuan-mayat-di-kali-bekasi