Bakal Bantu Turunkan Biaya Logistik, Pelabuhan Patimban Phase 2 Rampung pada 2025
Pelabuhan Patimban paket 5 ditargetkan rampung pada November 2025
(Kontan-Industri) 06/10/24 10:30 16052453
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan Pelabihan Patimban terus dilakukan untuk mendukung kebijakan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE) yang ditetapkan pemerintah demi mencapai target penurunan biaya logistik nasional jadi 8% pada 2045 dari 14,29% saat ini.
Setelah infrastruktur Patimban phase 1 (paket 1-4) rampung sejak 2021, kini tahap konstruksi memasuki phase 2 yaitu pekerjaan Paket 5 yang sudah mulai berjalan. Paket 5 dengan nilai total proyek sebesar Rp3,7 triliun ini ditargetkan selesai pada November 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pelabuhan Patimban memberikan dampak signifikan pada Kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi tujuh Kabupaten/Kota yaitu Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan, dan Kota Cirebon.
Kawasan Rebana diestimasikan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian mencapai 7,16%, membuka peluang terciptanya 4,39 juta lapangan pekerjaan, serta peningkatan investasi sebesar 7,77%. “Jadi harapannya, koridor utara Jawa akan lebih efisien dengan adanya Pelabuhan ini, sekaligus membantu traffic di Jakarta tidak terlalu macet”, kata Airlangga, belum lama ini.
PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM) ikut terlibat menggarap pekerjaan paket lima tersebut untuk melakukan Marine Construction & Dredging. Perusahaan ini telah memperoleh Zero Lost Time Injury (LTI) selama 1,4 juta jam kerja.
Direktur Utama PT.Anugerah Samudera Madanindo (ASM), Faris Muhammad Abdurrahim mengatakan, keselamatan kerja sangat penting dijaga kontraktor pelaksana dalam mengerjakan proyek tersebut. “Sehingga K3 dijadikan budaya kerja,” kata dia salam keterangan resminya, Sabtu (5/10).
Walaupun ada beberapa tantangan di lapangan seperti kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi bahkan terkadang hujan & badai, kata dia, namun kontraktor pelaksana berkomitmen untuk senantiasa bekerja sebaik mungkin untuk dapat memenuhi target penyelesaian pembangunan pada November 2025.
Pelabuhan Patimban ini akan menjadi angin segar bagi para pelaku industri khususnya yang selama ini bertumpu pada Pelabuhan Tanjung Priok untuk memiliki pilihan lain dalam pengiriman barang. Pelabuhan Patimban akan menjadi salah satu Hub Logistik dan pelabuhan singgah Tol laut Trayek T-3, serta mengurangi kemacetan yang terjadi di Jakarta.
Proyek Pelabuhan Patimban ini sangat strategis, sehingga Kontraktor Pelaksana berjuang segenap sumber daya untuk mengkontribusikan seluruh kinerja, kompetensi terbaik dari putra bangsa Indonesia sebagai salah satu dukungan kemajuan perekonomian Indonesia.
#berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a