Harga Cabai Merah Anjlok, Begini Cara Petani di Sleman Tetap Bertahan
Harga cabai merah keriting (CMK) di Kabupaten Sleman mengalami penurunan signifikan, hanya mencapai Rp 6.009 per kilogram di pasar lelang. - Halaman all
(InvestorID) 06/10/24 22:06 16074073
SLEMAN, investor.id – Harga cabai merah keriting (CMK) di Kabupaten Sleman mengalami penurunan signifikan, hanya mencapai Rp 6.009 per kilogram di pasar lelang. Kondisi ini membuat harga jauh dibawah biaya produksi, namun petani tetap mampu bertahan dengan strategi budidaya berbiaya rendah.
Sugeng, salah satu petani cabai di Samberembe Wetan, Candibinangun, Pakem, menjelaskan bahwa meskipun harga rendah, ia terus merawat tanamannya dengan menggunakan pupuk organik dan agensia hayati untuk menekan biaya produksi.
“Saya banyak menggunakan pupuk organik dan agensia hayati sehingga biayanya bisa ditekan,” ujar Sugeng saat ditemui, Minggu (6/10/2024).
Teknologi budidaya ramah lingkungan yang diterapkan Sugeng mendapat apresiasi dari Suparmono, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Ia menyebutkan bahwa penerapan teknologi tersebut sejalan dengan standar operasional prosedur (SOP) Budidaya Cabai Sehat Ramah Lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2023.
“Tahun 2023 Dinas Pertanian Sleman sudah menerbitkan SOP Budidaya Cabai Sehat Ramah Lingkungan, selain untuk meningkatkan adaptasi DPI, menjaga kualitas produk juga tujuannya untuk meningkatkan keuntungan petani,” jelas Suparmono.
Terkait harga CMK yang rendah, Suparmono menjelaskan bahwa hal ini merupakan akibat dari hukum permintaan dan penawaran. Berdasarkan data dari hortikultura nasional, produksi cabai merah keriting dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatera, mengalami peningkatan.
Adapun mengacu Panel Harga Pangan dari Bapanas, harga cabai merah keriting di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Minggu (6/10/2024) turun 0,26% menjadi Rp 30.820 per kilogram. Angka itu telah turun secara signifikan dibandingkan pada medio Februari 2024 yang masih berada di kisaran Rp 57.570 per kilogram.
Sementara dari tingkat produsen, rata-rata harga cabai merah keriting tercatat sebesar Rp 29.020 per kilogram pada awal Oktober 2024. Angka itu juga lebih rendah dibandingkan posisi bulan Agustus 2024 yang sebesar Rp 42.270 per kilogram.
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman memprediksi bahwa harga cabai akan mulai naik pada awal November dan mencapai puncaknya di bulan Desember. Suparmono tetap optimis target Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai ukuran kesejahteraan petani akan tercapai.
NTP merupakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Suparmono menuturkan, selama dua tahun berturut-turut, sektor hortikultura memberikan kontribusi tertinggi pada NTP dibandingkan subsektor lainnya.
“Dua tahun berturut-turut, hortikultura menyumbang NTP tertinggi dibanding subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, maupun perikanan yaitu sebesar 115,14 di tahun 2022 menjadi 121,07 pada tahun 2023,” ujarnya.
Meski demikian, Suparmono berharap penurunan daya beli dan melemahnya ekonomi yang tercermin dari deflasi 0,10% di DIY pada September 2024, tidak berdampak pada kesejahteraan petani. “Kami akan mendorong agar margin petani meningkat, sehingga selisih yang diperoleh petani dari biaya produksi dan penjualan bisa menghasilkan keuntungan,” tandas dia.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-cabai #harga-cabai-merah-keriting #nilai-tukar-petani #petani-sleman #pupuk-organik #berita-ekonomi-terkini