15 Aturan Tak Tertulis yang Perlu Diketahui Sebelum ke Jepang
Berencana berkunjung ke Jepang, pahami 15 aturan tidak tertulis ini. Halaman all
(Kompas.com) 06/10/24 12:01 16078011
KOMPAS.com - Jepang adalah salah satu negara yang masyarakatnya masih menjunjung tinggi tradisi dan disiplin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Masyarakat Jepang cenderung sadar akan sekitarnya dan mempertimbangkan kebutuhan serta perasaan orang lain guna menciptakan lingkungan yang harmonis.
Namun bagi turis asing, memahami aturan sosial dan isyarat yang tidak tertulis bisa menjadi tantangan.
Bisa jadi ketidaktahuan itu membuat masyarakat setempat menjadi kurang nyaman karena tingkah laku yang tidak sesuai norma.
Aturan tidak tertulis di Jepang
Berikut adalah beberapa panduan penting yang dapat membantu Anda menghindari kesalahan saat berkunjung ke Jepang:
1. Datang lebih awal
Ketepatan waktu sangat dihargai di Jepang. Di sini, datang tepat waktu berarti tiba 5-10 menit lebih awal, terutama untuk reservasi restoran. Ketidakpatuhan terhadap waktu dianggap sangat tidak sopan.
Lihat postingan ini di Instagram
Oleh karena itu pastikan Anda merencanakan perjalanan dengan baik untuk menghindari keterlambatan.
2. Hargai ketenangan
Masyarakat Jepang sangat menghargai ketenangan. Baik saat makan di restoran, menggunakan transportasi umum, atau berada di tempat umum lainnya.
Dengan begitu, berbicaralah dengan suara rendah. Ini adalah bentuk penghormatan bagi orang di sekitar Anda.
3. Pahami budaya mottainai: Jangan menyia-nyiakan apa pun
Mottainai adalah filosofi yang menekankan rasa syukur terhadap sumber daya yang terbatas, termasuk makanan, waktu, dan usaha.
Hindari menyia-nyiakan apa pun, misalnya tidak memesan makanan berlebihan dan menikmati setiap hidangan dengan penuh penghargaan terhadap proses pembuatannya.
4. Etika saat makan
Selain datang tepat waktu dan menjaga suara, ada beberapa aturan makan yang perlu diikuti. Jangan memotret makanan tanpa izin dari koki dan hindari menaruh ponsel di meja tanpa alas.
UNSPLASH/J Ilustrasi sushi.Hindari juga aroma yang terlalu kuat, seperti parfum, karena bisa mengganggu orang lain yang menikmati makanan mereka.
5. Tidak perlu memberi tip
Di Jepang, memberi tip bukanlah kebiasaan. Sebagai gantinya, pesanlah minuman untuk menunjukkan rasa terima kasih Anda. Yang lebih penting adalah sikap hormat terhadap staf dan norma budaya.
6. Etika naik transportasi umum
Diam adalah emas di transportasi umum Jepang. Matikan suara ponsel dan hindari berbicara terlalu keras. Makan di kereta umumnya dilarang, kecuali di Shinkansen.
7. Bawa sampah sebelum dibuang
Meski tempat sampah umum jarang ditemui, jalanan di Jepang sangat bersih. Biasanya orang membawa sampah mereka pulang dan memilahnya sesuai dengan kategori daur ulang saat membuangnya.
8. Aturan di pemandian air panas (onsen)
Sebelum masuk ke onsen, bersihkan diri secara menyeluruh di tempat mandi. Usahakan untuk menjaga suasana tenang.
Dok. Onsen Omahe Banyu Anget Guci Onsen Omahe Banyu Anget, salah satu wisata di Guci Tegal berupa kolam air hangat menyerupai onsen Jepang dengan desain ala Santorini, Yunani.9. Lepas sepatu di dalam ruangan
Di Jepang, sepatu harus dilepas saat memasuki rumah atau beberapa tempat tertentu. Biasanya ada area khusus, seperti genkan, tempat Anda bisa meninggalkan sepatu.
10. Hargai ruang pribadi
Ruang pribadi sangat dihargai di Jepang, dan kontak fisik seperti pelukan jarang dilakukan. Salam dengan membungkuk lebih umum daripada berjabat tangan.
11. Patuhi aturan lalu lintas
Jangan menyeberang jalan sembarangan di Jepang. Penduduk biasanya menunggu lampu lalu lintas berubah hijau, bahkan jika jalan tampak kosong.
12. Hormati kuil dan tempat suci
Saat mengunjungi kuil atau tempat suci, ingatlah bahwa ini adalah tempat yang sakral. Ikuti upacara tradisional seperti mencuci tangan dan menjaga ketenangan.
13. Berpakaian sopan
Seseorang harus menyesuaikan pakaian dan perilaku dengan waktu, tempat, dan kesempatan. Hindari pakaian yang terlalu terbuka.
14. Cara menerima kartu nama
Kartu nama dianggap sangat penting di Jepang. Terimalah dengan kedua tangan dan perhatikan dengan saksama sebagai bentuk penghormatan.
15. Baca isyarat tidak langsung
Komunikasi di Jepang sering kali tidak langsung. Alih-alih mengatakan “tidak” secara tegas, Anda mungkin mendengar ungkapan seperti “itu sulit” yang menyiratkan penolakan.