Timses: Kapasitas Dharma sebagai Intelijen Tecermin Saat Debat soal Pandemi Covid-19

Timses: Kapasitas Dharma sebagai Intelijen Tecermin Saat Debat soal Pandemi Covid-19

Dharma Pongrekun dinilai menunjukkan kapasitasnya sebagai mantan intelijen ketika berbicara terkait pandemi Covid-19 dalam debat Pilkada Jakarta. Halaman all

(Kompas.com) 07/10/24 07:25 16096618

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur Jakarta nomor urut 2 Dharma Pongrekun dinilai menunjukkan kapasitasnya sebagai mantan intelijen Polri ketika berbicara terkait pandemi Covid-19 dalam debat perdana Pilkada Jakarta 2024, Minggu (6/10/2024).

Dalam pandangannya, eks Kanit Intelkrim Polwiltabes Bandung itu berpendapat bahwa permasalahan pandemi Covid-19 harus dipelajari dari yang tersirat, apakah itu muncul secara original atau bagian infiltrasi pihak asing.

Tim sukses (Timses) Dharma Pongrekun-Kun Wardana, Lenny Siregar menilai, pernyataan tersebut menunjukkan Dharma dalam memandang suatu permasalahan tidak hanya dari sisi yang terlihat secara kasat mata saja, khas seorang intelijen.

"Di situlah kapasitas beliau yang berlatarbelakang polisi, intelijen, sudah menjadi bidangnya beliau," ujar Lenny dalam Obrolan Newsroom di Youtube Kompas.com, Minggu (7/10/2024).

"Beliau sangat berusaha memandang sesuatu bukan yang terlihat saja. Itu perlu keahlian pemimpin seperti itu, perlu," sambung dia.

Lenny lantas mencontohkan permasalahan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang menjadi salah satu prosedur pemeriksaan Covid-19.

Menurutnya, hasil tes PCR acap kali berubah ketika seorang pasien melakukan hal yang sama di beberapa rumah sakit dalam waktu yang berbeda.

Lenny mengatakan, permasalahan seperti yang terjadi pada tes PCR seharusnya dapat ditangkap oleh setiap pemimpin.

Hal itu yang dianggap ada pada diri Dharma yang menangkap suatu permasalahan tidak hanya dari satu sisi semata.

"Jadi bagaimana pun harus salus populi suprema esto (keselamatan rakyat hukum merupakan tertinggi), itu betul-betul harus dijiwai pemimpin," ungkap Lenny.

"Sehingga pemimpin itu berani mengambil sikap berdasarkan pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan pengobatan yang preventif," imbuh dia.

Dharma menyampaikan bahwa permasalahan pandemi harus dipelajari dari apa yang tersirat.

"Jadi kita harus waspada dari setiap isu yang ada, apakah itu memang genuine atau merupakan ilfiltrasi asing untuk mengambil kedaulatan bangsa lewat isu kesehatan dan juga mengancam keselamatan masyarakat," kata Dharma.

Dharma mengaku bahwa dirinya paham betul dengan pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 adalah agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan negara.

"Ketika pandemi Covid-19, terlihat sekali begitu rapuhnya bangsa ini sampai harus mengikuti, istilahnya saja ikut. Kenapa bukan tofik, kenapa ngikutin covid," ujar Dharma.

"Bahkan banyak dari antara kita yang tidak paham bahwa PCR yang dipakai selama ini boleh diuji itu bukan untuk mengetes virus. Jadi itu hanya untuk mengecek asidosis. Dan kenapa harus dicolok-colok, kenapa tidak ambil dari ludah kalau memang mau ngetes virus," lanjutnya.

#dharma-kun-debat-pilkada-jakarta #dharma-pongrekun-kun-wardana-debat-pilkada-jakarta #debat-pilkada-jakarta #debat-pilkada-jakarta-2024

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/07/07255081/timses-kapasitas-dharma-sebagai-intelijen-tecermin-saat-debat-soal