Mantan Bos Bursa Berceloteh Soal Saham Surge (WIFI), Begini Isinya
Lonjakan saham WIFI turut menyita perhatian pengamat pasar modal yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama BEI Hasan Zein Mahmud - Halaman all
(InvestorID) 07/10/24 09:32 16100514
JAKARTA, investor.id - Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge melonjak hingga 98,5% sejak pertengahan April hingga penutupan Jumat pekan lalu (4/10/2024) dengan harga terakhir di bertengger di Rp 264. Lonjakan saham WIFI turut menyita perhatian pengamat pasar modal yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama BEI yaitu Hasan Zein Mahmud.
Dalam unggahan di media sosialnya, Hasan mengaku saat ini telah mengoleksi saham WIFI. “Pada rentang harga 270 - 278 saya mulai memasukkan WIFI (PT. Solusi Sinergi Digital Tbk.) ke dalam portofolio saya. Dalam penerawangan saya, harga sahamnya murah dan perusahaannya prospektif,” tulis Hasan dalam media sosialnya.
Hasan juga menyebut, masih punya MTEL yang tidak kunjung kembali ke harga IPO. Dia melihat skala kecil WIFI sebagai keunggulan. Segmen yang dilayani WIFI juga lebih luas dan variatif ketimbang MTEL. Komparatif dan kompetitif.
“Saya tak banyak paham teknologi komunikasi, internet, digitalisasi iklan, aplikasi pemesanan tiket dan semacamnya. Dari hasil mengamati laporan perusahaan, secara intuitif, saya melihat beberapa keunggulan utama perusahaan,” jelasnya.
Pertama, Hasan menyebut, kerjasama win-win dengan KAI dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengantarkan WIFI memiliki infrastruktur yang memungkinkan perusahaan menawarkan koneksi internet paling murah. Di tanah air dan regional ASEAN
Kedua, lanjut dia, seperti diklaim perusahaan, 80% rumah tangga di Jawa, berada dekat dengan jalur kereta api, tol dan jalan raya. Gudang gudang perusahaan, hampir bisa dipastikan akan berlokasi dekat dengan sarana transportasi.
Penetrasi Fixed Broadband
Sedangkan ketiga, Hasan mengatakan, penetrasi fixed broadband Indonesia masih merupakan yang paling rendah di ASEAN (15%). Bandingkan dengan Singapura yang mendekati 100% dan Thailand (60%).
“keempat, kontrak perusahaan dengan para mitra umumnya merupakan kontrak jangka panjang. Kontrak kerjasama dengan KAI, misalnya, dimulai tahun 2015 (pada tahap awal terbatas pada penyediaan wifi gratis di stasiun), akan berakhir 2032 dan berpeluang besar diperpanjang,” paparnya.
Terakhir, Hasan menyebut, laba Semester I-2024 meningkat 878% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba satu semester I-2024 melampaui laba setahun penuh 2023
“Menyimak keunggulan keunggulan seperti di atas, penerawangan Saya menyimpulkan bahwa trend positif itu berpeluang berlanjut pada periode periode mendatang,” tutup Hasan dalam unggahannya itu.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #wifi #solusi-sinergi-digital #surge #saham-wifi #hasan-zein-mahmud #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375774/mantan-bos-bursa-berceloteh-soal-saham-surge-wifi-begini-isinya