Saham INDY, PTBA, BUMI, Jagoan Lo Kheng Hong Lompat, Gara-gara Ini?
Saham emiten batu bara INDY, PTBA, BUMI, ABMM jagoan Lo Kheng Hong lompat di sesi I. - Halaman all
(InvestorID) 07/10/24 13:03 16105747
JAKARTA, investor.id - Sejumlah emiten batu bara sahamnya melompat pada sesi I perdagangan 7 Oktober 2024. Di antaranya adalah PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang merupakan emiten jagoan Lo Kheng Hong.
Saham Indika Energy (INDY) diparkir lompat 5,01% ke Rp 1.780. Sebanyak 22,75 juta saham Indika (INDY) ditransaksikan, frekuensi 3.784 kali, dan nilai transaksi Rp 40,15 miliar.
Saham Bukit Asam (PTBA) naik 3,34% ke Rp 3.090 per akhir sesi I hari ini. 18,31 juta saham Bukit Asam (PTBA) ditransaksikan, frekuensi 5.189 kali, dan nilai transaksi Rp 56,53 miliar.
Saham emiten batu bara Grup Bakrie dan Salim, Bumi Resources (BUMI) juga menguat 2,96% ke Rp 139. Sebanyak 1,08 miliar saham Bumi Resources (BUMI) ditransaksikan, frekuensi 9.383 kali, dan nilai transaksi Rp 141,99 miliar.
Kemudian saham emiten batu bara jagoan Lo Kheng Hong, ABM Investama (ABMM) meningkat 2,46% ke Rp 4.170. Sejumlah 4,52 juta saham ABM Investama (ABMM) ditransaksikan, frekuensi 1.720 kali, dan nilai transaksi Rp 18,84 miliar.
Harga Batu Bara
Sementara itu, indeks batu bara Newcastle melonjak +5% ke level US$ 149,6/ton pada Jumat (4/10/2024), sebagaimana diungkap dalam ulasan Stockbit Sekuritas pada Senin (7/10/2024) pagi.
Kenaikan harga batu bara didorong oleh meningkatnya permintaan dari China dan India serta kenaikan harga gas di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Peningkatan harga gas sendiri berpotensi mengerek harga batu bara, yang mana merupakan produk substitusinya sebagai sumber energi,” jelas Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani.
Kenaikan harga batu bara, tentu bisa menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten batu bara, seperti Indika (INDY), Bukit Asam (PTBA), Bumi Resources (BUMI), hingga ABM Investama (ABMM).
Penguatan harga batu bara ditopang oleh China yang mengalami peningkatan konsumsi oleh industri di tengah penurunan produksi akibat hujan lebat. Selain itu, ekspektasi pemulihan ekonomi pasca–pengumuman paket stimulus dari bank sentral China (PBoC) juga mendukung kenaikan harga batu bara.
Peningkatan konsumsi batu bara juga terjadi di India yang melaporkan kenaikan PLTU batu bara sebesar +15% dalam sepekan terakhir seiring penurunan produksi energi terbarukan sebesar -16%.
Menurut Hendriko Gani, kenaikan harga acuan batu bara Newcastle berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten produsen batu bara.
“Di sisi lain, kami melihat bahwa indeks harga batu bara Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan dalam 1 pekan terakhir,” paparnya.
Berdasarkan analisis kami, ungkap Hendriko, kenaikan batu bara Indonesia tertinggi dialami oleh kategori ICI5 (+1,1% wow), sementara kenaikan terendah dialami oleh kategori ICI3 (+0,05% wow).
“Kondisi ini dapat membuat kinerja keuangan emiten batu bara Indonesia kurang berkorelasi dengan kenaikan indeks batu bara Newcastle saat ini,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #batu-bara #indy #ptba #bumi #abmm #lo-kheng-hong #indika #bukit-asam #bumi-resources #abm-investama #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/stock/375796/saham-indy-ptba-bumi-jagoan-lo-kheng-hong-lompat-garagara-ini