Pengembangan Produk Digital Kini Bisa Dilakukan dengan Teknologi AI
Tren penggunaan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan produk digital terus mengalami peningkatan. Halaman all
(Kompas.com) 07/10/24 14:28 16108688
JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penggunaan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan produk digital terus mengalami peningkatan, khususnya di sektor bisnis dan teknologi.
Hal tersebut meningkatkan kebutuhan para profesional untuk memanfaatkan teknologi ini guna meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka.
Melansir hasil survei McKinsey tahun 2023, sebanyak 50 persen responden global sudah mengadopsi AI
setidaknya di satu unit bisnis mereka pada tahun 2022, hal ini menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan 2017.
SHUTTERSTOCK/NUTTAPONG PUNNA Ilustrasi Artificial IntelligenceMayoritas penggunaan AI ini difokuskan pada optimasi kegiatan operasional, perancangan produk baru, analisis layanan pelanggan, dan peningkatan kualitas produk.
Menjawab hal tersebut, Apiary Academy beberapa waktu lalu menggelar Indonesia Product Conference (IPC) 2024. Acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis dan strategi inovatif dalam mengintegrasikan AI ke dalam manajemen produk.
Acara ini juga mewadahi para profesional dan product enthusiast untuk menciptakan produk yang lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pasar selain menghadirkan topik-topik diskusi yang lebih mendalam tentang AI.
Tidak hanya itu, konferensi ini juga dirancang khusus untuk para profesional yang terlibat dalam
pengembangan produk digital, mulai dari e-commerce, aplikasi perbankan digital, hingga software as
a service (SaaS).
Jessica Casey Jaya, Co-Founder & CEO Apiary Academy mengatakan, IPC 2024 adalah wujud
komitmen pihaknya untuk menjawab kebutuhan para profesional yang ingin memahami dan menerapkan AI dalam pengembangan produk mereka.
"Kami berkomitmen untuk membawa industri ini ke level yang lebih tinggi dengan menyediakan platform yang mampu menjawab kebutuhan akan pengetahuan praktis tentang AI dan pengembangannya dalam produk digital," kata Jessica dalam keterangannya, Senin (7/10/2024).
"Tahun ini, kami menghadirkan topik-topik yang lebih mendalam dan inovatif agar para peserta bisa membawa pulang wawasan dan strategi yang langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan mereka," ungkapnya.
Salah satu narasumber, yaitu Natali Ardianto, CEO dan Co-founder Lifepack, menuturkan, penting bagi pemilik bisnis atau pengembang produk untuk tidak hanya berfokus pada tren terbaru, melainkan untuk berfokus pada pemecahan kebutuhan pasar yang sebenarnya.
"Hal penting lainnya untuk diperhatikan yaitu pemilihan waktu peluncuran produk dengan tepat (jangan terlalu cepat atau terlalu lambat), bersikap fleksibel dan beradaptasi berdasarkan data dan feedback pelanggan, dan berpikir efektif (bukan hanya berpikir berbeda) sehingga inovasi yang digunakan akan meningkatkan pengalaman pelanggan” ungkap dia.
Dalam acara ini, Apiary Academy juga berkolaborasi dengan Mixpanel, sebuah platform analitik yang merevolusi cara tim mengukur dampak penuh dari keputusan produk dan pemasaran mereka.
Melalui kolaborasi ini, Mixpanel memoderasi sebuah panel untuk membahas strategi dalam memanfaatkan data pengguna guna meningkatkan pengalaman pengguna, menginformasikan pengambilan keputusan, dan mendorong pertumbuhan produk yang berkelanjutan.