Mantan Bos Bursa Dua Kali Cuan Gede dari BRMS, Tapi Muncul Pertanyaan Ini
Hasan Zein terang-terangan bahwa dua kali memiliki ‘hubungan serius’ dengan saham Bumi Resources Minerals (BRMS). Dan cuan gede dari BRMS. - Halaman all
(InvestorID) 07/10/24 12:34 16110221
JAKARTA, investor.id - Mantan dirut Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud terang-terangan bahwa dua kali memiliki ‘hubungan serius’ dengan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
“Di luar aktivitas ‘rental’, hingga saat ini, saya pernah mencatat dua kali ‘hubungan serius’ dengan BRMS,” tulis Hasan Zein dalam postingan-nya di Facebook, Senin (7/10/2024).
Dia ingin menerangkan istilah \'rental\' dalam perspektifnya sendiri. Ia menekankan bahwa dirinya seorang investor yang berorientasi jangka panjang. Tapi karena tidak punya penghasilan apapun di luar mengolah saham, saya melakukan trading jangka pendek.
“Jadi saya mengambil keputusan memilih saham berdasar perkiraan saya terhadap prospek perusahaan jangka panjang, menyimpan 70% saham selama periode horizon investasi dan menggunakan 30% untuk \'rental\', membeli dan menjual dalam jangka relatif pendek, mengambil selisih harga untuk bisa bayar makan di angkringan, hh, dan berusaha tetap mempertahankan jumlah lot dalam portofolio,” lanjut Hasan Zein.
Adapun terkait \'hubungan seriusnya\' dengan saham Bumi Resources Minerals (BRMS). Yakni hubungan yang pertama. Hasan menulis, BRMS merupakan salah satu saham pertama dalam portofolio ketika dirinya memulai hadir dengan serius di bursa saham pada April 2017.
“Masih dalam keadaan rugi. Belum berproduksi. Pendapatan hanya dari jasa pertambangan. Saya beli di sekitar harga gocap. Sekitar 3-4 tahun kemudian saat perusahaan mulai mencatat keuntungan operasi, seluruh saham saya jual pada harga Rp 210,” jelas penulis buku Strategi Andal Investasi di Pasar Modal dan Acuan Meraup Cuan di Pasar Modal tersebut.
Kemudian hubungan serius kedua. Di mana ia masuk lagi ketika saham Bumi Resources Minerals (BRMS) turun di bawah Rp 180 dan terus mengakumulasi sampai menyentuh harga terendah di Rp 127. Alhasil harga beli rata-rata portofolio saat itu sekitar Rp 160 per saham.
“Saya melihat prospek loncatan produksi dari pabrik emas 2 di Poboya. Di samping prediksi saya tentang harga emas, seperti saya celotehi beberapa kali sejak dua tahun belakangan,” sebut Hasan Zein.
Minggu lalu, sambungnya, ketika harga saham BRMS meroket naik hingga ke Rp 288, seluruh portofolio saham Bumi Resources Minerals (BRMS) yang dimilikinya djual di harga Rp 224.
Pertanyaan
Menurutnya, prospek Bumi Resources Minerals (BRMS) masih bertumpuk di depan. Emas 3 Poboya. Emas 4 Gorontalo. Tembaga Gorontalo. Emas Aceh dan Banten. Seng dan timbal Dairi.
Tapi, lanjut dia dalam tulisan singkatnya, sebelum memutuskan untuk rujuk lagi setelah cerai dua kali, ia berharap manajemen membaca catatan dirinya dan menjawabnya kepada publik - terutama investor ritel - dalam bentuk rilis atau dalam forum ekspose publik.
“Seperti beberapa kali saya celotehi, secara fundamental, pada tingkat harga dan kinerja keuangan saat ini, saham BRMS tergolong mahal. Saya membeli karena melihat potensi pertumbuhan revenue yang luar biasa. Tapi yang tidak mampu saya jawab dengan relatif yakin: mampukah perusahaan beroperasi dengan efisien?” papar Hasan.
Kalau pendapatan naik tinggi, menurutnya, tapi biaya naik dalam persentase yang lebih tinggi maka net profit margin akan terus menurun.
“Dan kalau kondisi demikian berlangsung, maka puncak siklus bisnis Bumi Resources Minerals (BRMS) tidak akan mampu bergerak terlalu jauh,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #brms #bumi-resources-minerals #hasan-zein #hasan-zein-mahmud #berita-ekonomi-terkini