Menkominfo Targetkan Internet 100 Mbps di Indonesia dalam 5 Tahun
Menkominfo Budi Arie Setiadi menargetkan kecepatan internet Indonesia 100 Mbps dalam 5 tahun. Simak rencana pemerintah untuk mencapai hal ini! Halaman all
(Kompas.com) 07/10/24 20:26 16119876
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka akan berupaya meningkatkan kecepatan internet Indonesia menjadi 100 Mbps dalam waktu lima tahun ke depan.
"Kita berharap di 5 tahun ke depan kita bisa mengejar 100 Mbps, paling nggak 5 tahun ke depan 100 Mbps. Kalau di kota mungkin sudah enggak masalah, kan, cuma pemerataan juga penting," kata Budi Arie dalam acara Obrolan News Room Kompas.com pada Senin (7/10/2024).
Saat ini, rerata kecepatan internet di Indonesia mencapai 25 Mbps, yang menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan dengan 10 tahun lalu, ketika kecepatan internet hanya 2,5 Mbps.
"Kecepatan internet di Indonesia itu meningkat hampir 10 kali lipat dibanding 2014-2024. Waktu 2014 kecepatan kita 2,5 Mbps, sekarang sudah mencapai 25 Mbps, artinya meningkat 10 kali lipat," tutur dia.
Budi menambahkan bahwa peningkatan ini tidak terlepas dari pembangunan Base Transceiver Station (BTS) yang dilakukan di era Presiden Joko Widodo.
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 4.988 BTS hingga Maret 2024, dengan sekitar 639 BTS masih dalam proses pembangunan di area kahar.
Akses internet di beberapa pulau cuma mencapai ribuan titik, antara lain Sumatera sebesar 4.527 akses internet, Bali-Nusa Tenggara 2.995 akses internet, Papua sebesar 2.805 akses, Sulawesi 2.672 akses, Maluku 1.426 akses, Jawa 2.142 akses, dan Kalimantan 2.130 akses internet.
Ia menjelaskan, Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk mempercepat pembangunan BTS sejak ia dilantik sebagai menteri.
"Jadi pembangunan proyek BTS 4G harus dilanjutkan karena itu kan hak masyarakat untuk memperoleh akses konektivitas untuk sinyal. Pak Presiden meminta saya untuk mengurai permasalahan hukum dan teknis karena itu dua hal yang harus diselesaikan," jelas Budi.
Budi juga mengakui adanya tantangan dalam pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Papua.
Tak jarang, terjadi beberapa aksi yang memerlukan perlindungan dari aparat. Kendati demikian, saat mendapat perintah, ia segera membentuk satuan tugas (satgas) Bakti lintas sektoral mulai dari Kemenkominfo, Kemenkeu, Jamdatun, BPKP, dan LKPP.
"Dan juga melakukan koordinasi intensif dengan forkopimda dengan TNI/Polri di papua untuk mempercepat pembangunan. Memang secara geografis dan kondisi di Papua berbeda, agak menantang perlu ekstra, treatment khusus," bebernya.
#pembangunan-bts #budi-arie-setiadi #internet-100-mbps #akses-internet-terbatas