Kemlu Harap 116 WNI yang Masih Bertahan di Lebanon Bersedia Dievakuasi

Kemlu Harap 116 WNI yang Masih Bertahan di Lebanon Bersedia Dievakuasi

Kementerian Luar Negeri mengimbau 116 WNI yang masih berada di Lebanon segera mengikuti arahan KBRI untuk dievakuasi. Halaman all

(Kompas.com) 07/10/24 22:43 16126210

TANGERANG, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau 116 warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Lebanon agar mengikuti arahan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut untuk segera dievakuasi.

Bersamaan dengan itu, Kemlu juga mengingatkan para WNI di Lebanon agar selalu waspada.

"Keputusan evakuasi kami harapkan dapat segera diambil oleh warga negara kita sebelum situasi semakin memburuk," ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kota Tangerang, Senin (7/10/2024).

Judha mengatakan, sebanyak 116 WNI masih bertahan di Lebanon kendati KBRI Beirut telah menetapkan status siaga satu sejak 4 Agustus 2024.

Alasannya beragam. Sebagian WNI ada yang menikah dengan warga Lebanon. Ada yang masih berstatus sebagai mahasiswa Lebanon, ada pula yang merupakan pekerja migran.

"Mayoritas memang memilih untuk tetap tinggal di sana karena alasan pribadi," ujar Judha.

Judha mengatakan, menjadi tantangan terbesar pihaknya untuk meyakinkan WNI di Lebanon agar kembali ke Indonesia.

Sebagaimana Undang-undang Nomor 37 Tahun 1999, kata Judha, pemerintah bertanggung jawab mengevakuasi dan menyelamatkan warga negara dari daerah berbahaya ke wilayah yang aman.

"Namun, pilihan untuk evakuasi atau tidak, tentu kepada pilihan masing-masing," sambung dia.

Terhitung sejak 4 Agustus 2024, total ada 65 WNI yang dievakuasi dari Lebanon. Evakuasi dilakukan secara bertahap.

Pada tiga gelombang awal, Kemlu mengevakuasi 25 WNI. Kemudian, 40 WNI dievakuasi melalui gelombang keempat serta kelima dan tiba di Bandara Soetta pada Senin hari ini.

"Alhamdulillah telah tiba di Indonesia. Pada penerbangan kedua hari ini (sore) ada 20 WNI, sedangkan penerbangan tadi pagi ada 20 WNI dan satu warga negara asing (WNA), pasangan dari WNI," kata dia.

Judha menjelaskan, proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat. Dimulai dari Beirut, lalu Lebanon menuju Damaskus, Suriah lanjut ke Amman, kemudian Yordania, dan berakhir dengan penerbangan menuju Bandara Soetta.

Setibanya di Tanah Air, para WNI langsung menjalani cek kesehatan. Seluruhnya dinyatakan sehat sehingga diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing.

Para WNI ini berasal dari beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.

Lebih lanjut, Judha meminta seluruh WNI untuk tidak melakukan beberapa perjalan ke wilayah yang terlibat perseteruan dengan Israel.

"Bagi para WNI yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina, dan Yaman agar dapat menundanya hingga situasi aman," ucap dia.

Berikut daftar nomor Kementerian Luar Negeri RI yang dapat dihubungi WNI jika situasi di negara Timur Tengah semakin memanas:

  • Hotline KBRI Amman: +962779150407
  • Hotline KBRI Beirut: +96170817310
  • Hotline KBRI Damaskus: +963954444810
  • Hotline KBRI Kairo: +201022229989
  • Hotline KBRI Tehran: +989024668889

#evakuasi-wni-dari-lebanon #wni-di-lebanon-dievakuasi

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/07/22430881/kemlu-harap-116-wni-yang-masih-bertahan-di-lebanon-bersedia-dievakuasi