Kemlu: 65 WNI Dievakuasi dari Lebanon sejak KBRI Tetapkan Siaga Satu
Sebanyak 65 warga negara Indonesia (WNI) telah dievakuasi dari Lebanon dan tiba di Tanah Air setelah KBRI Beirut menetapkan status siaga satu. Halaman all
(Kompas.com) 07/10/24 22:23 16126212
TANGERANG, KOMPAS.com - Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha menyebut, total ada 65 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Lebanon dan kembali ke Tanah Air.
Jumlah tersebut terhitung sejak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut menetapkan status siaga satu pada 4 Agustus 2024.
"Total ada 65 warga negara yang sudah kami evakuasi dari Lebanon sejak KBRI Beirut menetapkan status siaga satu pada 4 Agustus lalu," ujar Judha saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kota Tangerang, Senin (7/10/2024).
Evakuasi dilakukan secara bertahap. Pada tiga gelombang awal, Kemlu mengevakuasi 25 WNI.
Kemudian, 40 WNI dievakuasi melalui gelombang keempat serta kelima dan tiba di Bandara Soetta pada Senin hari ini.
"Alhamdulillah telah tiba di Indonesia. Pada penerbangan kedua hari ini (sore) ada 20 WNI, sedangkan penerbangan tadi pagi ada 20 WNI dan satu warga negara asing (WNA), pasangan dari WNI," kata dia.
Judha menjelaskan, proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat. Dimulai dari Beirut, lalu Lebanon menuju Damaskus, Suriah lanjut ke Amman, kemudian Yordania, dan berakhir dengan penerbangan menuju Bandara Soetta.
Setibanya di Tanah Air, para WNI langsung menjalani cek kesehatan. Seluruhnya dinyatakan sehat sehingga diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing.
Hingga saat ini, lanjut Judha, masih ada 116 WNI yang memilih tetap berada di Lebanon. Alasannya beragam. Sebagian ada yang menikah dengan warga Lebanon.
Ada yang masih berstatus sebagai mahasiswa Lebanon, ada pula yang merupakan pekerja migran.
"Mayoritas memang memilih untuk tetap tinggal di sana karena alasan pribadi," imbuh Judha.
Oleh sebab itu, Judha mengimbau WNI yang masih berada di Lebanon untuk waspada dan mengikuti arahan KBRI Beirut untuk segera dievakuasi.
"Keputusan evakuasi kami harapkan dapat segera diambil oleh warga negara kita sebelum situasi semakin memburuk," ucap dia.