Harga CPO Kembali Melesat, Mengapa?
Harga CPO kembali melesat pada Senin (7/10/2024). Ini merupakan penguatan dua hari beruntun, didorong melonjaknya harga minya - Halaman all
(InvestorID) 08/10/24 05:40 16141471
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali melesat pada Senin (7/10/2024). Ini merupakan penguatan dua hari beruntun. Hal itu karena didorong melonjaknya harga minyak mentah.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Senin (7/10/2024), kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2024 stagnan di 4.400 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO November 2024 meningkat 34 Ringgit Malaysia menjadi 4.389 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Desember 2024 terkerek 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.343 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Januari 2025 bertambah 51 Ringgit Malaysia menjadi 4.294 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Februari 2025 menguat 53 Ringgit Malaysia menjadi 4.238 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2025 meningkat 50 Ringgit Malaysia menjadi 4.178 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Hellenicshippingnews, harga CPO membalikan pelemahan yang terjadi di awal perdagangan dan berakhir menguat untuk dua hari beruntun didorong oleh melonjaknya harga minyak mentah.
Harga CPO Terangkat
Harga minyak mentah yang lebih kuat dan antisipasi dimulainya kembali perdagangan di Dalian Commodity Exchange pada Selasa mengangkat harga CPO setelah jeda tengah hari, kata seorang pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur.
Harga CPO mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Harga minyak terus naik, didorong oleh kekhawatiran konflik Timur Tengah yang lebih luas dan potensi gangguan pada ekspor dari wilayah penghasil minyak utama. Harga minyak mentah Brent mencapai lebih dari US$ 80 per barel.
Harga minyak mentah yang lebih kuat membuat kelapa sawit menjadi pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel. Ringgit, mata uang perdagangan sawit, melemah terhadap dolar, membuat komoditas tersebut lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-cpo #kontrak-berjangka-cpo #minyak-mentah #konflik-timur-tengah #bursa-malaysia-derivatives #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375885/harga-cpokembali-melesatmengapa