Rupiah Ambles karena Faktor Eksternal
Mata uang rupiah ambles terhadap dolar Amerika Serikat (AS), diperkirakan karena faktor eksternal. - Halaman all
(InvestorID) 07/10/24 15:50 16142945
JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah ambles terhadap dolar Amerika Serikat (AS), diperkirakan karena faktor eksternal. Pada Senin (7/10/2024) sore, indeks rupiah turun tajam saat investor fokus pada prospek suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang kemungkinan tidak memangkas suku bunga hingga 50 basis poin (bps), sebut pengamat pasar uang Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Pada perdagangan awal pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ambles 202 poin, meskipun sebelumnya turun lebih dalam 205 poin, ke level Rp 15.687, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.485 per dolar AS.
Laporan data pekerjaan yang sangat kuat untuk September 2024 menyebabkan para trader memangkas taruhan The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga 50 bps lebih lanjut.
Pada September 2024, pekerjaan nonpertanian (NFP) AS meningkat 254.000, melampaui 140.000 pekerjaan baru yang diantisipasi oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Tingkat pengangguran juga secara tak terduga turun, menjadi 4,1% dari 4,2% pada Agustus 2024.
"Data ekonomi yang membaik dan komentar yang lebih agresif dari Gubernur The Fed Jerome Powell, ketika ia menolak ekspektasi pemotongan suku bunga yang besar dan berkelanjutan, menyebabkan para trader mengurangi taruhan pada pengurangan 50 bps pada pertemuan The Fed berikutnya pada 6-7 November 2024," jelas Ibrahim dalam catatan Senin.
Peluang tersebut benar-benar hilang setelah rilis data akhir pekan lalu. Sekarang, para pelaku pasar memperkirakan tidak ada peluang pemotongan suku bunga sebesar 50 bps, turun dari sekitar 31% sebelumnya pada Jumat (4/10/2024) dan 53% seminggu yang lalu, menurut FedWatch Tool milik CME Group.
Pengurangan sebesar 25 bps dianggap hampir pasti terjadi, dengan para trader juga melihat peluang kecil The Fed akan mempertahankan suku bunga.
Selain itu, laporan hari mengatakan roket Hizbullah telah menghantam kota terbesar ketiga di Israel yaitu Haifa. Israel menyerang target Hizbullah di Lebanon dan Jalur Gaza pada Minggu (6/10/2024), beberapa hari setelah Iran melancarkan serangan rudal skala besar terhadap Israel atas aktivitasnya terhadap Hizbullah dan Hamas.
Seperti dilaporkan sebelumnya, Israel sedang mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas produksi minyak Iran. Langkah ini dapat mengganggu pasokan minyak dan menandai eskalasi drastis dalam konflik tersebut.
Dilihat dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) membukukan posisi cadangan devisa (cadev) pada akhir September 2024 senilai US$ 149,9 miliar. Angka ini turun tipis, setelah bulan lalu mencatatkan rekor tertinggi sejak Desember 2023.
Posisi tersebut tercatat lebih rendah dari cadangan devisa akhir Agustus 2024 yang senilai US$ 150,2 miliar. “Posisi tersebut realtif stabil dan turun tipis karena kewajiban pemerintah dalam pembayaran utang,” imbuhnya.
Perkembangan cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sedangkan, posisi cadangan devisa pada akhir September 2024 setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Selanjutnya, bank sentral itu memandang cadangan devisa tetap memadai sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal.
Melalui prospek ekspor yang tetap positif, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik. Kondisi ini akan mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.
Di sisi lain, BI juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Adapun cadangan devisa merupakan aset yang dimiliki bank sentral atau otoritas moneter, yang digunakan untuk memenuhi kewajiban keuangan karena adanya transaksi internasional.
Ibrahim menakar pada perdagangan besok, Selasa (7/10/2024), mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 15.670 sampai dengan Rp 15.780 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #rupiah #rupiah-anjlok #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375807/rupiah-ambles-karena-faktor-eksternal