Pasar Asia Anjlok Saat Jepang dan China Jadi Fokus

Pasar Asia Anjlok Saat Jepang dan China Jadi Fokus

Mayoritas pasar saham Asia Pasifik anjlok, dengan data ekonomi Jepang dan China jadi fokus pelaku pasar. - Halaman all

(InvestorID) 08/10/24 08:14 16142951

SINGAPURA, investor.id - Mayoritas pasar saham Asia Pasifik anjlok pada Selasa (8/10/2024). Investor mengamati data gaji dan pengeluaran Agustus 2024 dari Jepang, sementara pasar China daratan kembali memulai perdagangan.

Pengeluaran rumah tangga di Jepang turun 1,9% dari tahun ke tahun (YoY) pada Agustus 2024 secara riil. Penurunan ini lebih rendah dibandingkan dengan penurunan 2,6% yang diperkirakan oleh jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.

Selain itu, penurunan ini merupakan laju penurunan tercepat sejak Januari 2024, yang mengalami penurunan 6,3% secara YoY. Pelemahan itu juga terjadi sebelum negosiasi upah musim semi menghasilkan kenaikan gaji terbesar bagi pekerja Jepang yang tergabung dalam serikat pekerja dalam 33 tahun.

Namun, upah riil naik pada Agustus 2024 dengan data dari biro statistik Jepang menunjukkan upah naik 2% menjadi rata-rata 574.334 yen (US$ 3.877,44).

Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,75% setelah rilis, sementara Topix turun 0,88%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,61%, terseret oleh saham raksasa Samsung Electronics. Sebelumnya, perusahaan teknologi ini merilis panduan kuartal III-2024 yang lebih buruk dari perkiraan.o Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,14%.

Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong berada di level 23.169, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan dengan penutupan HSI di 23.099,78. Penutupan Senin (7/10/2024) adalah pertama kalinya HSI kembali ke angka 23.000 sejak Februari 2022. S&P/ASX 200 Australia mengawali hari dengan kenaikan 0,16%.

Sepanjang malam di Amerika Serikat (AS), saham Wall Street merosot karena kenaikan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS alias US Treasury yang lebih tinggi membebani sentimen pasar.

Dow Jones Industrial Average turun 0,94%, sedangkan S&P 500 turun 0,96%. Nasdaq Composite mengalami kerugian terbesar, turun 1,18%.

Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun acuan naik menjadi 4,02%, menandai pertama kalinya sejak Agustus 2024 imbal hasil mencapai 4%.

Harga minyak juga naik karena ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi. Minyak mentah AS naik lebih dari 3% dan menetap di atas level US$ 77 per barel.

Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #saham-asia-pasifik #pasar-saham-asia-pasifik #pasar-asia-pasifik-anjlok #wall-street #jepang #china #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/international/375899/pasar-asia-anjlok-saat-jepang-dan-china-jadi-fokus