Muncul Rekomendasi Beli Saham Bukit Asam (PTBA)
Saham Bukit Asam (PTBA) lompat 3,68% pada perdagangan kemarin. Ada rekomendasi beli saham PTBA untuk hari ini. - Halaman all
(InvestorID) 08/10/24 07:00 16142952
JAKARTA, investor.id - Saham emiten batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melompat 3,68% ke Rp 3.100 pada perdagangan 7 Oktober 2024 kemarin. Sebanyak 31,77 juta saham Bukit Asam ditransaksikan, frekuensi 9.010 kali, dan nilai transaksi Rp 98,32 miliar.
Saham PTBA bangkit setelah sepanjang pekan lalu mayoritas ditutup memerah dan hanya sekali hijau.
Pada 7 Oktober kemarin, saham Bukit Asam banyak diakumulasi. Broker UBS Sekuritas Indonesia mencatatkan net buy Rp 16,7 miliar, Mandiri Sekuritas net buy Rp 8,2 miliar, dan Macquarie Sekuritas Indonesia net buy Rp 4,4 miliar.
Saham emiten batu bara PTBA juga dilirik asing. Di mana asing membukukan net buy Rp 36,9 miliar pada perdagangan kemarin.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas dalam analisis teknikal untuk perdagangan 8 Oktober 2024 merekomendasikan beli saham Bukit Asam untuk swing trade.
Mandiri Sekuritas menganjurkan titik masuk saham PTBA di Rp 3.100 dengan target harga Rp 3.330. Stop loss jika menyentuh Rp 2.980. Mandiri Sekuritas juga memberikan keterangan terkait rekomendasi saham PTBA yaitu Rejection on MA 5 D (7/10/2024) hari ke-1.
Harga Batu Bara
Sementara itu, indeks batu bara Newcastle melonjak +5% ke level US$ 149,6/ton pada Jumat (4/10/2024), sebagaimana diungkap dalam ulasan Stockbit Sekuritas pada Senin (7/10/2024) pagi.
Kenaikan harga batu bara didorong oleh meningkatnya permintaan dari China dan India serta kenaikan harga gas di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. “Peningkatan harga gas sendiri berpotensi mengerek harga batu bara, yang mana merupakan produk substitusinya sebagai sumber energi,” jelas Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani.
Kenaikan harga batu bara, tentu bisa menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten batu bara, seperti Bukit Asam (PTBA).
Penguatan harga batu bara ditopang oleh China yang mengalami peningkatan konsumsi oleh industri di tengah penurunan produksi akibat hujan lebat. Selain itu, ekspektasi pemulihan ekonomi pasca–pengumuman paket stimulus dari bank sentral China (PBoC) juga mendukung kenaikan harga batu bara.
Peningkatan konsumsi batu bara juga terjadi di India yang melaporkan kenaikan PLTU batu bara sebesar +15% dalam sepekan terakhir seiring penurunan produksi energi terbarukan sebesar -16%.
Menurut Hendriko Gani, kenaikan harga acuan batu bara Newcastle berpotensi memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten produsen batu bara, termasuk Bukit Asam (PTBA).
“Di sisi lain, kami melihat bahwa indeks harga batu bara Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan dalam 1 pekan terakhir,” paparnya.
Berdasarkan analisis kami, ungkap Hendriko, kenaikan batu bara Indonesia tertinggi dialami oleh kategori ICI5 (+1,1% wow), sementara kenaikan terendah dialami oleh kategori ICI3 (+0,05% wow).
“Kondisi ini dapat membuat kinerja keuangan emiten batu bara Indonesia kurang berkorelasi dengan kenaikan indeks batu bara Newcastle saat ini,” pungkasnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bukit-asam #ptba #saham-ptba #batu-bara #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/375884/muncul-rekomendasi-beli-saham-bukit-asam-ptba