Pemain Como Dihukum FIFA karena Ujaran Rasialisme terhadap Hwang Hee-chan
Pemain Como, Marco Curto, dijatuhi skorsing 10 pertandingan oleh FIFA setelah melakukan hinaan rasis terhadap penyerang Wolves, Hwang Hee-chan.
(Kompas.com) 08/10/24 11:43 16147528
KOMPAS.com - Pemain Como, Marco Curto, dijatuhi skorsing 10 pertandingan oleh FIFA setelah melakukan hinaan rasis terhadap penyerang Wolves, Hwang Hee-chan.
Tindak rasialisme tersebut muncul pada babak kedua pertandingan pramusim antara Como vs Wolves di Marbella, Spanyol, pada Juli 2024 silam.
Ujaran Curto yang ditujukan kepada Hwang Hee-chan, memicu kemarahan sejumlah personel Wolves.
Bahkan, salah satu peman Wolverhampton Wanderers, Daniel Podence, harus terkena kartu merah setelah melakukan pemukulan, dalam upayanya membela Hwang Hee-chan.
Wolves sempat mengajukan komplain tentang masalah ini kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan UEFA.
Akan tetapi, UEFA mengaku tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan karena pertandingan ekshibisi tersebut tak berada dalam naungan mereka.
Federasi Sepak Bola Korea (KFA) yang merasa ikut bertanggung jawab terhadap pemainnya, Hwang Hee-chan, pun turun tangan dan melaporkan insiden ini kepada FIFA.
Gayung bersambut, FIFA menindaklanjuti laporan dari KFA dan memberikan hukuman skorsing 10 pertandingan kepada Curto yang kini telah dipinjamkan Como ke klub Serie B, Cesena.
Dari hukuman 10 pertandingan itu, lima di antaranya akan ditangguhkan dengan masa percobaan dua tahun.
"Marco Curto dinyatakan bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif dan dijatuhi skorsing 10 pertandingan," ujar juru bicara FIFA dikutip dari Sky Sports.
"Setengah dari jumlah skorsing pertandingan tersebut ditangguhkan dengan masa percobaan selama dua tahun dan pemain bersangkutan juga diwajibkan untuk melakukan layanan masyarakat serta mengikuti pelatihan dan pendidikan melalui organisasi yang disetujui oleh FIFA."
Skorsing terhadap Curto tetap akan berlaku kendati dirinya kini sedang tak membela Como.
Pemain berusia 25 tahun itu dipinjamkan selama semusim penuh ke Cesena, hanya beberapa pekan setelah insiden dengan Hwang Hee-chan.
"Skorsing yang dijatuhkan kepada pemain tersebut mengirimkan pesan yang jelas bahwa rasisme dan perilaku diskriminatif tidak akan ditoleransi dalam sepak bola atau masyarakat," tutur Matt Wild, Director of Football Operations and Administration Wolves.
"Hasil ini menyoroti komitmen FIFA untuk memastikan bahwa tindakan serius memiliki konsekuensi yang berarti."
"Wolves akan selalu berdiri tegas melawan rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun, dan kami tetap berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa dihormati dan dilibatkan," ujarnya lagi.
Pernyataan Como
Sebelumnya, Como bersikeras bahwa insiden yang melibatkan Curto dengan Hwang Hee-chan telah “dibesar-besarkan”.
Juru bicara Como, Mirwan Suwarso, mengeluarkan pernyataan resmi tak lama setelah pertandingan uji coba melawan Wolves.
Ia mengatakan bahwa Curto bilang kepada rekan setimnya di lini belakang untuk “mengabaikan (Hwang), dia pikir dia Jackie Chan”.
“Setelah berbicara panjang lebar dengan pemain kami, kami yakin hal ini mengacu pada nama pemain, dan referensi \'Channy\' yang terus menerus dibuat oleh rekan setimnya di lapangan,” tutur Mirwan Suwarso dalam sebuah pernyataan resmi klub waktu itu.
“Sejauh yang diketahui oleh klub kami, pemain kami tidak mengatakan sesuatu yang merendahkan."
“Kami kecewa karena reaksi beberapa pemain Wolves membuat insiden ini dibesar-besarkan.”