Peluang Investasi Indonesia ke Arab Saudi Terbuka Lebar
Terbukanya peluang investasi Indonesia ke Arab Saudi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang ekonomi dan keagamaan. Halaman all
(Kompas.com) 08/10/24 18:10 16161392
JAKARTA, KOMPAS.com - Peluang investasi Indonesia ke Arab Saudi terbuka sebab negara ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi RI, di luar sektor haji dan umrah.
Hal itu disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Bin Abdullah H. Amodi saat bertemu dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah di Kedubes Arab Saudi, Jakarta, 3 Oktober 2024 lalu.
Turut hadir dalam pertemuan itu Anggota Badan Pelaksana BPKH Arief Mufraini, Sekretaris Badan BPKH Ahmad Zaky dan Kepala bagian konsulat Arab Saudi Jalal Hasan Al Mograby.
Dalam kesempatan pertemuan bilateral tersebut, Dubes Arab Saudi mengatakan, pihaknya selain berkomitmen kuat membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi Indonesia, khususnya dari BPKH, juga menyatakan dukungan terhadap rencana investasi BPKH.
Sebab, sejalan dengan visi 2030 Arab Saudi, yakni menciptakan Arab Saudi sebagai negara yang beragam, berkelanjutan, dan pusat perdagangan internasional.
Menangapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah mengatakan, terbukanya peluang investasi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara di bidang ekonomi dan keagamaan.
Kerja sama investasi ini sangat strategis bagi kedua negara. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya melalui keterangan pers, Selasa (8/10/2024).
Investasi sektor haji dan umrah
Dalam pertemuan ini, juga dibahas percepatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPKH dan Pemerintah Arab Saudi. Kerja sama melalui skema Government-to-Government (G to G) ini diharapkan dapat memberikan payung hukum yang kuat bagi pengembangan berbagai proyek investasi di sektor haji dan umrah.
"Kami optimis MoU ini akan segera terwujud. Hal ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi," kata Fadlul.
Sebagai informasi, Data menunjukkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 3 juta jemaah haji dan umrah asal Indonesia telah mengunjungi tanah suci.
Jumlah yang sangat besar ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar bagi kedua negara.
"Kami berharap kerja sama investasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian kedua negara," pungkas Fadlul.