Pertamina Hulu Rokan Hemat Biaya Rp 248 Miliar dari Metode Pemboran "Cluster Drilling" Halaman all
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mempercepat proses pemboran di Lapangan Petani berkat metode satu tapak untuk banyak sumur atau cluster drilling. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 08/10/24 17:13 16165560
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mempercepat proses pemboran di Lapangan Petani berkat metode pemboran satu tapak untuk banyak sumur atau cluster drilling.
Metode ini membuat perusahaan efisiensi biaya Rp 248 miliar pada 2024.
EVP Upstream Business PHR Andre Wijanarko mengatakan, dengan metode cluster drilling, perusahaan dapat mempercepat proses pemboran dengan memangkas waktu serta biaya pengadaan dan konstruksi.
SHUTTERSTOCK/IURII Ilustrasi lokasi produksi minyak dan gas (migas)."Inovasi semacam ini perlu dilakukan untuk mencapai target jumlah eksekusi pemboran yang terus meningkat di Wilayah Kerja Rokan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2024).
Ia menjelaskan, pemboran serta konstruksi produksi satu sumur lazimnya dilakukan di atas satu tapak (wellpad).
Proses pengadaan tapak didahului dengan pembebasan lahan, stabilisasi tapak melalui pemadatan, penyediaan jalan operasi, jaringan listrik hingga membangun pipa-pipa penyalur ke jaringan distribusi utama.
Melalui inovasi clustering drilling, pemboran beberapa sumur produksi minyak dilakukan di atas satu tapak, dengan menggunakan metode directional drilling.
Menurut Andre, metode ini secara signifikan mengurangi pergerakan zig-zag rig dari satu tapak sumur ke tapak lain, yang tentu saja mengurangi potensi insiden.
"Inisiatif ini, bahkan dapat memangkas setidaknya 15 persern biaya pemboran. Mulai dari pembebasan lahan, penyediaan tanah timbun, hingga potensi masalah sosial," kata dia.
#produksi-minyak #pertamina-hulu-rokan #cluster-drilling #wilayah-kerja-rokan