Perundungan Anak Berkebutuhan Khusus di Depok, KPAI Minta Sekolah Inklusi Dievaluasi
KPAI menyarankan Kemendikbud Ristek mengevaluasi program sekolah inklusi usai dugaan perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di Depok. Halaman all
(Kompas.com) 08/10/24 22:44 16177201
DEPOK, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyarankan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengevaluasi program sekolah inklusi.
Hal ini disampaikan Jasra menyusul terjadinya dugaan perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di salah satu SMP negeri di Depok.
“Peristiwa ini menandakan pelaksanaan program sekolah inklusi tidak ada yang bisa memastikan (keoptimalannya), terus menjadi pengabaian,” ucap Jasra dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Selain itu, kata Jasra, sekolah yang membuka program inklusi kerap kali tidak mensosialisasikan tentang pembelajaran bersama murid disabilitas.
Kemendikbud sendiri mengakui ada sejumlah persoalan dalam pelaksanaan pendidikan inklusi, di antaranya terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM), serta sarana dan prasarana.
“Memang Kemendikbud menyampaikan beberapa yang masih jadi persoalan dari penyelenggaraan pendidikan inklusi bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) mulai dari SDM, perspektif, dan dukungan sarana prasarana,” jelas Jasra.
Jasra pun berharap, ini merupakan insiden perundungan terakhir terhadap anak berkebutuhan khusus maupun murid lain di sekolah.
“Para orangtua di sekolah tersebut berharap kasus ini bisa menjadi trigger menyelesaikan berbagai kasus yang pernah terjadi di sekolah,” lanjut Jasra.
Sebelumnya, R diduga mengalami perundungan oleh teman-teman seangkatannya setelah upacara Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10/2024).
R disebut mengalami kekerasan fisik, ditendang, dan dilempari batu yang mengenai mata serta wajahnya.
Insiden ini membuat R melampiaskan emosinya dengan memukul kaca jendela kelas, menyebabkan luka pada tangannya hingga memerlukan operasi.
Keluarga R telah melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Depok. Namun, Kepala SMP negeri bersangkutan, Tatag Hadi Sunoto, membantah adanya perundungan.
Tatag menyatakan bahwa siswa-siswa yang diduga terlibat tidak melakukan kekerasan terhadap R.
#anak-berkebutuhan-khusus-dirundung #perundungan-anak-berkebutuhan-khusus #perundungan-anak-berkebutuhan-khusus-depok