IHSG Mendadak Menghijau, Apa Penyebabnya?

IHSG Mendadak Menghijau, Apa Penyebabnya?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan penyebab IHSG mendadak menghijau adalah sentimen dalam negeri, apakah itu? - Halaman all

(InvestorID) 08/10/24 13:34 16182667

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetiba melesat 28,1 poin (0,37%) ke level 7.532,2 pada penutupan sesi I, Selasa (8/10/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan penyebab IHSG mendadak menghijau adalah sentimen dalam negeri, apakah itu?

Pilarmas menjelaskan, sentimen dalam negeri tersebut adalah laporan dari Bank Indonesia (BI) bahwa posisi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan September sebesar 123,5. Hal ini memberikan indikasi bahwa IKK masih pada level optimistis (>100). “Artinya keyakinan konsumen terhadap ekonomi dalam negeri tetap terjaga,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (8/10/2024).

Tidak hanya itu, lanjut Pilarmas, Bank Dunia dalam laporan edisi Oktober memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2024 dan 5,1% pada 2025. “Dengan angka itu, hanya Indonesia yang mampu tumbuh di atas tingkat sebelum pandemi Covid-19 di antara negara-negara besar di kawasan Asia Timur dan Pasifik,” tambah Pilarmas.

Sementara itu, Pilarmas mengatakan, indeks saham Asia malah kompak melemah karena pasar terbebani kenaikan dari imbal hasil imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) 10 tahun naik di atas 4%, tertinggi sejak akhir Juli. “Kenaikan itu imbas dari memupusnya harapan akan pemangkasan suku bunga besar-besaran dari The Fed dalam beberapa bulan mendatang,” jelas Pilarmas.

Menurut Pilarmas, hal itu terjadi setelah pasar merespon pernyataan dari Ketua Fed Jerome Powell menolak ekspektasi pemangkasan suku bunga yang besar dan berkelanjutan. Ditambah lagi, pernyataan Gubernur The Fed of St Louis Alberto Musalem mengungkapkan lebih menyukai pemangkasan suku bunga yang dilakukan secara bertahap ke depan.

Konflik Timur Tengah

Tidak hanya itu, Pilarmas menambahkan, pasar juga masih terfokus ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus membebani pasar ekuitas yang sensitif terhadap risiko konflik tersebut.

Di sisi lain, Pilarmas mengatakan, pasar juga menantikan arah dari hasil briefing China, dimana National Development and Reform Commission (NDRC) China akan mengadakan press briefing hari ini untuk membicarakan paket kebijakan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi China.

“Pasar menilai pertemuan tersebut sebagai upaya pemerintah China dalam menghasilkan kebijakan dan juga sebuah harapan dari reformasi ekonomi yang lebih luas sehingga akan mendorong perbaikan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” papar Pilarmas.

Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar LMPI, BTEK, CRSN, AYLS, MDRN. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar MTFN, POLU, ARII, MIRA, SKBM.

Pilarmas merekomendasikan saham BBRI untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan BBRI buy dengan support dan resistance di level 4.630-5.100,” tutup Pilarmas.

Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #ihsg #ihsg-hari-ini #indeks-harga-saham-gabungan #penyebab-ihsg #pilarmas #sentimen-dalam-negeri-ihsg #sentimen-ihsg #bbri #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/375938/ihsg-mendadak-menghijau-apa-penyebabnya