Aspek Penting Menjadi Generasi Tangguh Untuk Indonesia Emas 2045

Aspek Penting Menjadi Generasi Tangguh Untuk Indonesia Emas 2045

Indonesia diyakini akan menjadi negara yang tangguh, mandiri dan inklusif. - Halaman all

(InvestorID) 09/10/24 08:03 16182701

JAKARTA, investor.id -Tahun 2045, Indonesia memasuki usia 100 tahun atau Indonesia Emas. Indonesia diyakini akan menjadi negara yang tangguh, mandiri dan inklusif. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni.

Rektor Universitas Bina Nusantara (Binus) Nelly mengatakan bahwa pentingnya meningkatkan kemampuan soft skill dari diri pribadi. "Kita melihat bahwa kemampuan teknikal saja tidak cukup, tapi ada latihan untuk meningkatkan kemampuan soft skillnya," terang dia pada salah satu diskusi bertajuk “The Future of Indonesia’s Human Capital: Opportunities & Obstacles” di BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

Selain soft skill, pentingnya menanamkan value kepada anak-anak atau mahasiswa. Nelly menjelaskan bahwa ada value yang sebenarnya ditanamkan Binus kepada mahasiswanya. "Ini dititipkan di mata kuliah-mata kuliah misalnya character building atau aktivitas mahasiswa. Jadi, kita persiapkan hard skill, soft skill tetapi juga ada value yang semua itu dijalankan. Kita singkat valuenya itu SPIRIT (straight for excellence, reserverance, integrity, respect, innovation, dan teamwork)," jelas Nelly.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Jonni Mahroza mengatakan pentingnya leadership dalam menghadapi perkembangan zaman. Hal ini tertuang dalam program-program pendidikan yang ada pada Unhan  "Jadi diberikan pemahaman tentang strategic management and leadership selama pendidikan dengan mengundang pembicara yang kompeten di bidang management dan leadership," jelas Jonni.

Hal senada juga disampaikan Chief Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso. "Nah, kita melihat challenges-nya itu adalah selalu lebih besar di area soft skill-nya. Apalagi pada saat ini di  Astra sudah ada 291 perusahaan, karyawannya 201 ribu karyawan. Gen Z dan gen Y-nya kira-kira 87%," papar dia.

Budi mengatakan bahwa soft skill adalah challenges pada anak-anak muda sekarang, sebab jauh lebih sulit dibentuk.  Oleh karena itu, dia mengingatkan agar anak-anak muda untuk memilih area-area yang menjadi keahlian yang khusus. Sehingga, lanjut Budi, dia bisa memberikan value added yang lebih tinggi kepada perusahaan.

Budi menambahkan bukan hanya skill daripada hard skill-nya, tapi juga soft kompetensinya. Siapa yang memberikan value added lebih tinggi, dialah yang punya potensi untuk menang di persaingan dan kemudian bisa terus hidupnya lebih baik, meningkat karirnya dan seterusnya.

“Tapi kalau yang gak bisa berkompetisi ya akan ketinggalan,. Jadi anda harus memilih apa yang betul-betul menjadi core kompetensi anda, sehingga anda bisa jadi different dibandingkan rekan-rekan yang lain," jelas dia.

Yang kedua, lanjut Budi, terus mengasah soft kompetensinya.  Budi percaya hal terpenting yang harus dilakukan yakni kerja keras dan kerja cerdas. "Dan dalam era kompetisi seperti ini, memang kita harus melakukan keduanya itu," ucap dia.

Editor: Leonard (severianocruel@yahoo.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #bni-investor-daily-summit-2024 #astra-international #indonesia-emas-2045 #binus #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/376002/aspek-penting-menjadi-generasi-tangguh-untuk-indonesia-emas-2045