Harga Batu Bara Terus Membara Ditopang Banjir Sentimen Positif
Harga batu bara terus membara pada Senin (7/10/2024). Hal itu ditopang banjir sentimen positif, apa saja? - Halaman all
(InvestorID) 08/10/24 07:52 16188140
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara terus membara pada Senin (7/10/2024). Hal itu ditopang banjir sentimen positif, mulai dari Rusia yang akan meningkatkan ekspor batu bara ke India, potensi permintaan China, hingga menurunnya output energi terbarukan India.
Harga batu bara Newcastle untuk Oktober 2024 naik US$ 0,3 menjadi US$ 148,5 per ton. Sedangkan November 2024 menguat US$ 3,4 menjadi US$ 153 per ton. Sementara itu, Desember 2024 terkerek US$ 3 menjadi US$ 154,5 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Oktober 2024 turun US$ 0,85 menjadi US$ 121,2. Sedangkan, November 2024 melemah US$ 1 menjadi US$ 122,45. Sedangkan pada Desember 2024 jatuh US$ 1,05 menjadi US$ 122,7.
Dikutip dari Reuters, Rusia tertarik meningkatkan ekspor batu bara ke India untuk memanfaatkan permintaan bahan bakar yang terus meningkat di negara Asia tersebut, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak.
China tetap menjadi pembeli batu bara Rusia terbesar, tetapi Moskow mengatakan India mungkin akan menyusulnya pada awal dekade berikutnya karena Beijing berencana mengurangi penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik.
India semakin bergantung pada batu bara untuk mengatasi permintaan listrik yang tinggi, dengan peningkatan produksi listrik berbahan bakar batu bara awal tahun ini melampaui pertumbuhan energi terbarukan untuk pertama kalinya setidaknya sejak 2019.
Produksi batu baranya pada tahun fiskal terakhir hingga 31 Maret naik ke rekor 997,828 juta metrik ton, naik 12% dari tahun lalu. Lebih dari 75% pembangkit listrik India berasal dari batu bara pada tahun 2023.
India mengimpor 176 juta ton batu bara termal pada tahun 2023, terutama didorong oleh pembangkit listrik. Ekspor Rusia ke India mencapai 26,2 juta ton tahun lalu, naik dari 20 juta ton pada tahun 2022, menurut kementerian energi Rusia.
Tidak hanya itu, harga batu bara juga didorong oleh ketidakseimbangan yang sedang berlangsung dalam pasokan dan permintaan energi. Di China, hujan lebat telah menyebabkan berkurangnya produksi batu bara, pada saat yang sama ketika konsumsi industri meningkat. Selain itu, bank sentral China telah memperkenalkan langkah-langkah stimulus untuk melawan perlambatan ekonomi, yang selanjutnya meningkatkan permintaan batu bara.
Sementara itu, India melaporkan penurunan 16% dalam output energi terbarukan, ditambah dengan peningkatan 15% dalam pembangkit listrik tenaga batu bara selama seminggu terakhir. Selain itu, kota pertambangan batu bara Ukraina, Vuhledar, telah diduduki oleh pasukan Rusia.
Namun, harga batu bara Eropa melemah akibat pasokan yang melimpah serta sinyal bearish dari pasar gas, meskipun permintaan pembangkitan listrik yang meningkat diperkirakan akan mendukung harga dalam beberapa hari ke depan.
Kontrak gas acuan Eropa, Dutch TTF untuk pengiriman bulan depan flat, karena hanya naik 0,04% menjadi 41 Euro per megawatt-jam (MWh), turun dari level tertinggi dua bulan sebesar 41,18 Euro per MWh pada Jumat (4/10/2024).
Sementara itu, permintaan impor batu bara yang lesu dalam beberapa bulan terakhir bertepatan dengan persediaan yang relatif rendah. Stok batu bara gabungan di empat terminal utama ARA (Amsterdam, Rotterdam, Antwerpen) pekan ini diperkirakan mencapai level terendah dalam 2,5 tahun sebesar 3,38 juta ton, menurut perkiraan Montel.
Pembangkit Batu Bara
Namun, dengan semakin banyaknya penutupan pembangkit batu bara dalam beberapa tahun terakhir, sementara kapasitas energi terbarukan terus berkembang, kebutuhan stok batu bara tidak lagi sebanding dengan tahun-tahun sebelumnya, kata para pelaku pasar.
"Ada kemungkinan penggunaan batu bara akan meningkat, tetapi tampaknya pasokan siap untuk memenuhi permintaan," kata sang broker, merujuk pada pembangkit listrik tenaga batu bara selama musim gugur dan musim dingin. Ia juga mencatat adanya peningkatan kedatangan kargo dalam empat minggu mendatang.
Impor batu bara bulan ini ke Belanda dan Belgia diperkirakan akan naik 1,31 juta ton dibandingkan dengan September menjadi 3,46 juta ton, menurut perkiraan sementara Kpler.
"Kami memiliki dermaga penuh mulai minggu ini, dan dua pembangkit listrik sedang beroperasi," kata seorang sumber di terminal impor besar di Belanda.
Pembangkit listrik tenaga batu bara di Eropa naik tipis sebesar 0,6 terawatt-jam (TWh) pada bulan September menjadi 7,5 TWh, menurut perkiraan DBX.
DBX memperkirakan pembangkit listrik akan ‘melonjak pada bulan Oktober seiring dengan cuaca yang semakin dingin’.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #sentimen-positif-batu-bara #pembangkit-listrik-batu-bara #batu-bara-rusia #berita-eko
https://investor.id/market/375896/harga-batu-bara-terus-membara-ditopang-banjir-sentimen-positif