Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 20,38 Persen, Mayoritas Masuk dari Bali
Untuk mencatat target kunjungan wisman yang harus dicapai pada 2024, Kemenparekraf membagi dua skenario. Apa saja? Halaman all
(Kompas.com) 09/10/24 11:45 16194352
JAKARTA, KOMPAS.com - Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing ke Indonesia mencatat tren positif pada Januari-Agustus 2024.
Selama delapan bulan tersebut, secara kumulatif kunjungan wisman mencapai 9,09 juta.
"Naik 20,38 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," ujar Nia dilansir siaran pers di laman resmi Kemenparekraf, Rabu (9/10/2024)?
Ia menjelaskan, untuk mencatat target kunjungan wisman yang harus dicapai pada 2024, Kemenparekraf membagi dengan dua skenario yakni target bawah dan target atas.
Target bawah sebesar 10,41 juta kunjungan dan target atas sebesar 14,3 juta kunjungan.
“Dan dengan capaian Januari hingga Agustus ini kita sudah mencapai 87,35 persen untuk target bawah. Sementara target atas kita telah mencapai 63,59 persen,” ungkap Nia.
Nia bilang, ada lima negara asal wisman terbanyak untuk periode Januari – Agustus 2024. Secara berurutan, kelimanya adalah Malaysia, Australia, Tiongkok, Singapura, dan Timor Leste.
Kemudian, pintu masuk utama wisman mencatat kunjungan hampir melewati target bawah dan mendekati target atas.
Utamanya dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali hampir mendekati 2,95 juta wisatawan.
Namun, yang menjadi pekerjaan rumah terbesar adalah pintu masuk wisman dari Batam-Bintan atau Kepulauan Riau.
"Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup jauh dari target per-pintu atau masih berkisar di bawah 700 ribu wisatawan yang masuk,” ungkap Nia.
Lebih lanjut, Nia Niscaya kemudian menyoroti perbandingan antara wisatawan nasional (wisnas) dengan wisman untuk melihat perbandingan jumlah wisatawan Indonesia yang ke luar negeri dan wisman yang masuk ke Indonesia.
Secara kumulatif pada periode Januari – Agustus 2024, jumlah wisnas sebesar 5,99 juta.
“Kalau dibilang, masih ada surplus sebesar 3,10 juta kunjungan, tetapi ada harapan kita wisman-nya semakin besar dan wisnas-nya semakin kecil," kata Nia.
"Dan memang secara year on year ada peningkatan, tetapi month to month untuk wisnas menurun, mungkin ini terkait berakhirnya masa liburan sekolah,” lanjutnya.
Berdasarkan destinasi tujuan wisnas ke luar negeri, Malaysia masih mendominasi.
Kemudian disusul Arab Saudi, Singapura, Thailand, dan Timor Leste.
Adapun pintu utama yang dilalui wisnas meliputi Bandara Internasional Soekarno Hatta (Tangerang), Bandara Internasional Hang Nadim (Batam), Bandara Internasional Kualanamu (Medan), dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar).
Dalam penjelasannya, Nia Niscaya juga menyampaikan mengenai target wisman terhadap ketersediaan kursi penerbangan.
Menilik data dari Amadeus Travel Intelligence, proyeksi perbandingan penggunaan seat capacity penerbangan pada periode Januari – Desember 2024, sebesar 67 persen atau 15,8 juta digunakan untuk wisman dan 33 persen atau 7,7 juta digunakan untuk wisnas.
“Kalau kita lihat di data Amadeus juga Januari sampai Agustus komposisinya kurang lebih sama. Lebih didominasi oleh orang yang masuk atau wisatawan mancanegara yang mencapai 9,09 juta ini pertanda yang bagus sesungguhnya dari sisi aksesibilitas. Dan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang sudah banyak memberikan jalan keluar untuk penambahan aksesibilitas,” jelas Nia.
Ia juga memaparkan konversi antara searching dan booking berdasarkan Amadeus Travel Intelligence.
Tercatat bahwa jumlah pencarian untuk destinasi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 858 juta. Namun, jumlah pemesanan atau book return hanya sebesar 1,54 juta.
“Ketika konversi, booking return ternyata kita cukup rendah. Kalau dilihat secara presentase cuma 0,2 persen. Data ini menunjukkan masih ada ruang untuk tumbuh sehingga memang banyak hal yang harus dilakukan dalam artian untuk menjaga top of mind tetap tinggi, tetapi konversinya juga menjadi tinggi. Ini memang menjadi PR kita bersama,” kata Nia.