Itinerary Wisata Seharian di Jakarta Barat, Banyak Tempat Bersejarah
Kompas.com berkesempatan mengikuti tur wisata Jakarta Barat seharian. Kamu bisa mengikuti itinerary ini bila ingin berwisata di Jakbar. Halaman all
(Kompas.com) 09/10/24 11:09 16194367
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pilihan wisata di Jakarta Barat. Kawasan Kota Tua termasuk yang paling populer.
Tempat wisata bersejarah sejak era Gubernur Jenderal Batavia itu memang menyimpan banyak cerita.
Namun, masih ada pilihan tempat wisata di Jakarta Barat lainnya yang bisa kamu sambangi seharian di Jakarta Barat.
Kompas.com berkesempatan mengikuti tur wisata Jakarta Barat dalam rangka Hari Pariwisata Dunia sekaligus pengenalan destinasi wisata oleh Suku Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Sabtu (5/10/2024).
Perjalanan wisata seharian di Jakarta Barat ini bisa menjadi rekomendasi dalam menyusun itinerary (rencana perjalanan) kamu. Simak selengkapnya.
Seharian di Jakarta Barat bisa ke mana saja?
Berangkat dari Kantor Walikota Jakarta Barat
Titik kumpul sekaligus keberangkatan tur ini dimulai dari Kantor Walikota Jakarta Barat di Jalan Kembangan Raya, Kecamatan Kembangan.
Stasiun terdekat dari Kantor Walikota Jakarta Barat adalah Stasiun Rawa Buaya. Masih perlu melanjukan perjalanan dengan ojek online untuk sampai di kantor ini.
Waktu keberangkatan dimulai pukul 09.00 WIB menuju tempat pertama, yakni Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Sebaiknya, berangkat lebih pagi agar terhindar dari macet dan lebih puas berwisata seharian. Misalnya, pukul 08.00 WIB.
Keliling Gedung ANRI
Kompas.com/Krisda Tiofani Ruangan di gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).Butuh waktu sekitar 30 menit menggunakan bus untuk sampai di Gedung ANRI via tol dalam kota.
Gedung ANRI berlokasi di Jalan Gajah Mada Nomor 111, Krukut, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.
"Saat ini, kita berada di kediamanan Reinier de Klerk, seorang calon perwira yang datang ke Batavia dan menjadi Gubernur-Jenderal pada 1777," jelas pemandu tur dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Dewi Silfia Rangkuti yang mendampingi sepanjang tur wisata Jakarta Barat.
Namun, gedung ANRI sudah dibangun pada 1760 dengan gaya klasik Eropa, tanpa teras di depan maupun belakang rumah.
Pengunjung bebas berkeliling tanpa perlu membayar tiket masuk alias gratis. Asal, tidak menyentuh atau merusak koleksi dalam gedung.
Kompas.com/Krisda Tiofani Gedung ANRI berlokasi di Jalan Gajah Mada Nomor 111, Krukut, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.Selama di gedung ANRI, kamu bisa melihat koleksi senjata dari laksamana Belanda untuk berperang, masuk ke ruangan Nyonya Besar (istri Reinier de Klerk), melihat peta buatan tangan zaman dulu, sampai memandang ke luar dari jendela besar yang bisa ditutup buka.
Tak lupa, bila berjalan ke belakang bangunan mula-mula ANRI, kamu bisa menemukan museum arsip Soekarno di bangunan belakang.
Arsip penting berupa pidato Presiden Soekarno, foto, video, dan surat-surat yang berkaitan dengan pemerintahan, tersimpan di gedung baru tersebut.
Selain masa kepemimpinannya, pengunjung juga bisa mengulik lebih jauh soal kehidupan pribadi dan keluarga Presiden Soekarno selama hidup.
Jalan kaki di sisi barat Batavia
Kompas.com/Krisda Tiofani PT Sinar Antjol yang terkenal dengan produk sabun B29. Dulu, sabun colek yang kini dikenal bertekstur krim, masih berbentuk padat.
Durasi berkeliling gedung ANRI sekitar satu jam. Perjalanan berlanjut ke kawasan sisi barat Batavia.
Chartered Bank of India, Australia, and China, menjadi spot pertama yang dijelaskan dalam tur ini. Bank milik Inggris ini bentuk bangunan unik dan besar.
Kami tidak masuk ke dalam, hanya selintas sembari pemandu tur menjelaskan sedikit soal kaca patri yang terpampang di gedung tersebut.
Berlanjut ke gedung PT Sinar Antjol yang terkenal dengan produk sabun B29. Dulu, sabun colek yang kini dikenal bertekstur krim, masih berbentuk padat.
Kompas.com/Krisda Tiofani Kompas.com berkesempatan mengikuti tur wisata Jakarta Barat dalam rangka Hari Pariwisata Dunia sekaligus pengenalan destinasi wisata oleh Suku Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Sabtu (5/10/2024)."PT Sinar Antjol ini dibangun sejak 1942. Pada 1930, ada krisis moneter sedunia yang menyebabkan kesusahan adanya sabun," ungkap Silvi.
Sewu Gunawan, pemilik PT Sinar Antjol berhasil menciptakan kebutuhan tersebut, berupa sabun dan lotion.
Nama deterjen B29 pun terinspirasi dari pesawat bomber B-29. Tingginya permintaan, dibarengi harga produk terjangkau, membuat PT Sinar Antjol sukses menjual produknya.
Selanjutnya, berhenti di Gang Orphan (yatim piatu) yang memiliki banyak cerita di baliknya.
Kompas.com/Krisda Tiofani Gang Orphan (yatim piatu) di Jakarta Barat yang memiliki banyak cerita di baliknyaMenurut pemandu tur dari HPI lainnya, Rizky Nooreza Rahman, dulu raja-raja Eropa terkadang mengirim perempuan-perempuan muda untuk menikahi pemukim di daerah koloni, beberapa di antaranya di Gang Orphan.
"Itu kenapa disebut Gang Orphan," kata Rizky.
Bertualang di sisi barat Batavia diakhiri dengan singgah di Jembatan Kota Intan yang dikenal juga sebagai "jembatan jungkat-jungkit."
Rizky menuturkan, dulu, jembatan ini bisa dibuka-tutup untuk membiarkan kapal-kapal tersebut lewat, sebelum direstorasi pada 1655 karena rusak.
Berkunjung ke Museum Mandiri
Kompas.com/Krisda Tiofani Dulunya, Museum Mandiri merupakan gedung kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau perusahaan dagang Belanda.Usai jeda makan siang dan sholat, tur wisata Jakarta Barat berlanjut hampir pukul 14.00 WIB dengan berkeliling Museum Mandiri.
Dulunya, museum ini merupakan gedung kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau perusahaan dagang Belanda.
Museum ini menyimpan buku-buku kas, surat berharga, lembaran uang zaman Belanda, mesin tarik tunai dari masa ke masa, kasir China, sampai mesin ketik yang berganti-ganti dari masa ke masa.
Kompas.com/Krisda Tiofani Dulunya, Museum Mandiri merupakan gedung kantor Nederlandsch Handel-Maatschappij (NHM) atau perusahaan dagang Belanda.Begitu masuk, kamu bisa berkeliling lantai dasar, lalu naik maupun turun ke ruang bawah tanah untuk melihat lebih banyak koleksi.
Paling menarik, saya melihat ruang brankas yang pintunya sangat besar dan tebal sehingga sulit dibuka.
Terdapat brankas-brankas kecil di dalamnya. Dulu, tempat ini digunakan untuk menyimpan barang berharga para nasabah.
Kulineran di kawasan Kota Tua
Dok.KOMPAS.com/Aska Bagus Aldika museum seni rupa dan keramik di kota tua, Kamis (12/09/2024)Tur ini berakhir hampir pukul 15.00 WIB. Jadi, sebagian besar museum di kawasan Kota Tua, sudah tak menerima kunjungan lagi.
Namun, kamu masih bisa mengeksplor hal lain selama satu hingga dua jam, sembari menunggu matahari terbit.
Misalnya, berfoto di depan Museum Sejarah Jakarta, berfoto dengan banyak karakter unik, hingga kulineran di sekitar kawasan ini.
Bisa singgah di Cafe Batavia, Kedai Iboe Madam, atau menikmati segarnya jamu kekinian di Acaraki.
View this post on Instagram
#wisata-jakarta #itinerary-wisata-di-jakarta-barat #tempat-wisata-bersejarah-di-jakarta-barat #wisata-seharian-di-jakarta-barat #wisata-jakarta-barat-ke-mana-saja #hari-pariwisata-dunia