Ribuan Sumur Minyak Pertamina Nganggur , Bahlil Ancam Cabut IUP
IUP Pertamina untuk sumur-sumur menganggur akan diambil alih pemerintah, kemudian ditawarkan kepada siapapun yang mau menggarap. - Halaman all
(InvestorID) 09/10/24 15:37 16206887
JAKARTA, investor.id – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meuturkan PT Pertamina (Persero) saat ini memiliki banyak sumur minyak tidak aktif atau menganggur (idle). Hal ini disebut menjadi salah satu faktor yang membuat produksi minyak siap jual (lifting) di Indonesia terus menyusut, sehingga negara terpaksa melakukan impor.
Data Kementerian ESDM mengungkapkan, saat ini terdapat sebanyak 44.985 sumur migas di Indonesia. Cuma sebanyak 16.433 sumur aktif berproduksi, sisanya 16.990 sumur idle dan 11.562 sumur lain.
Namun setelah dicek lebih lanjut, terdapat sekitar 5.000 sumur idle atau tepatnya sebanyak 4.495 sumur idle yang potensial melanjutkan produksi. Dari jumlah sumur menganggur itu, sebanyak 1.721 sumur merupakan milik Pertamina, 1.032 sumur yang berpotensi program kemitraan Pertamina, dan sebanyak 1.742 potensi reaktivasi.
“Saya breakdown lagi, 5.000 sumur idle ini konsesinya lebih banyak dipegang oleh siapa? Ternyata oleh BUMN yang namanya Pertamina. Terus saya tanya, kenapa gak dijalankan? \'A-u-a-u-a\'. Oh, kalau a-u-a-u-a begini bikin pencabutan IUP tahap kedua kelihatannya,” ungkap Bahlil dalam BNI Investor Daily Summit 2024, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Sebagai konteks, Bahlil kala menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM mengaku telah mencabut ribuan izin usaha pertambangan (IUP) pada 2018 sampai medio 2024 dengan alasan tak berkegiatan. Maka dengan alasan yang sama, Bahlil tak segan untuk mencabut IUP tambang minyak dari Pertamina, sekalipun berstatus sebagai BUMN.
“Nah ini kelihatannya berpotensi untuk kita melakukan penataan untuk sumur-sumur yang tidak dikerjakan baik oleh KKKS, termasuk BUMN, kita akan ambil alih untuk kita tawarkan kepada perusahaan siapa yang mampu meningkatkan lifting nasional kita,” ujar Bahlil.
Izin-Izin Tidur
Menurut dia, sumur minyak yang menganggur itu tak boleh dibiarkan saja. Pertamina juga tak bisa menggenggam IUP itu jika sumur yang seharusnya bisa berproduksi malah dibiarkan menganggur.
“Jangan digenggam dong, jangan. Kita negara butuh (minyak), gimana? Kita protes ke BUMN. Tapi jangan kita hanya kacamata kuda karena BUMN, izin-izinnya pun dibawa tidur. Negara tidak butuh izin tidur, negara butuh produksi (minyak), negara butuh produksi,” jelas Bahlil.
Bahlil mengatakan, lifting minyak RI tercatat sebesar 600.000 barel per hari pada 2023 dan tak banyak bergerak pada 2024 ini. Sementara itu, konsumsi minyak RI mencapai rata-rata 1,6 juta barel per hari. Praktis, ada defisit 1 juta barel per hari yang mesti dipenuhi melalui impor.
Menurut dia, kondisi ini terbilang miris mengingat Indonesia pernah mampu memproduksi minyak sampai dengan 1,6 juta barel per hari pada tahun 1996-1997 silam. Sedangkan konsumsi minyak kala itu sekitar 600.000 barel per hari. Dengan demikian, Indonesia mampu mengekspor minyak dengan kapasitas 1 juta barel per hari.
Adapun mengoptimalkan sumur idle menjadi salah satu dari tiga strategi yang akan dijalankan Kementerian ESDM untuk menambah lifting minyak, disamping pendekatan teknologi dan eksplorasi. Melalui strategi itu, Bahlil menargetkan dapat menambah lifting minyak sebanyak 200.000 barel per hari.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #pertamina #iup-pertamina #sumur-minyak-pertamina #sumur-idle #bahlil-lahadalia #bni-investor-daily-summit-2024 #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/business/376079/ribuan-sumur-minyak-pertamina-nganggur-bahlil-ancam-cabut-iup