6 Tips Komunikasi Suami Istri agar Pernikahan Lebih Bahagia
Komunikasi kadang tampak sepele. Namun, tak semua suami istri bisa melakukannya. Padahal, komunikasi penting agar rumah tangga lebih bahagia,
(Kompas.com) 09/10/24 22:12 16222642
KOMPAS.com - Suami dan istri adalah hubungan manusia yang paling dekat. Sayangnya, kerap terjadi kesalahpahaman yang menjauhkan keduanya, karena komunikasi yang kerap tidak baik.
Akibatnya, hubungan terasa berjarak. Suami jadi tidak betah di rumah dan istri tidak menjadikan suami tempat amannya.
Hal tersebut tentu harus segera diatasi, agar pernikahan tidak berujung pada perceraian.
Berikut adalah tips komunikasi agar rumah tangga lebih baik dan bahagia.
1. Membuka percakapan dan mendengarkan
Menurut Certified Match maker Rastrianez, hal pertama yang dapat dilakukan adalah membuka ruang untuk berbicara dengan pasangan.
"Kita harus berani untuk starting conversation, artinya kita harus berani untuk memberikan ruang dan waktu untuk pasangan kita mengekspresikan emosinya dia," ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, Sabtu (5/10/2024).
Kita harus mau mendengarkan pendapat yang berbeda dari pasangan. Jangan langsung menghakimi dan menilai pendapatnya salah.
Jangan dulu marah ketika pasangan mengekspresikan emosi. Misalnya dengan menilainya rewel atau manja, terpenting validasi perasaannya lebih dulu.
"Karena sebetulnya ada aspek-aspek psikologis yang dapat membantu dalam urusan rumah tangga," jelasnya.
2. Tidak sekadar menuntut
Demi rumah tangga yang bahagia, kita sebaiknya tidak selalu menuntut pasangan.
"Kalau kita sekadar menuntut, artinya kita keras. Kalau batu ketemu batu akan pecah," tangkas Rastrianez.
Artinya, rumah tangga yang didalamnya hanya saling menuntut tidak akan berhasil. Hal tersebut hanya akan akan menimbulkan keributan dalam rumah tangga.
"Menurut data Kemenag, berantem terus jadi salah satu alasan terbesar perceraian di Indonesia," ungkap Rastrianez.
3. Menceritakan hal baik
Bisa bercerita pada pasangan sebenarnya menyenangkan. Namun, terkadang pasangan seperti malas untuk mendengarkan.
Jangan buru-buru menyimpulkan, bahwa dia tidak peduli dan lebih senang mengobrol dengan temannya. Bisa jadi, isi cerita kita hanya keluhan dan tuntutan yang membuatnya penat.
"Tidak apa-apa curhat atau bercerita. Tapi tidak hanya mengeluh saja isinya, apalagi maksa-maksa atau menuntut saja," ujar Rastrianez.
Oleh sebab itu, penting untuk menceritakan hal baik juga pada pasangan, agar ia merasa senang berbicara dengan kita.
4. Membangun lingkungan yang positif
Suami dan istri harus membangun lingkungan yang lebih positif, agar keduanya lebih betah di rumah.
"Bagaimana membuat environment, dinamika berumah tangga itu menjadi lebih positif adalah tanggung jawab masing-masing orang," jelas Rastrianez.
Misalnya, dengan tidak hanya marah-marah atau mengomel di rumah. Melainkan, berusaha berbicara ketika ada masalah atau meminta baik-baik setiap memerlukan sesuatu.
"Jangan kita sekadar ngomel-ngomel terus, orang makin \'bete\' dan rumah tangga udah pasti vibes-nya negatif," tangkas Rastrianez.
Penting sekali untuk menghormati pasangan dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukannya. Jangan hanya menuntut, tapi melupakan hal baik yang telah dilakukannya.
"Kita bisa datang ke rumah tangga dengan hal yang positif, kita bilang terima kasih. Sesederhana itu saja kita apresiasi usahanya dia," ujar Rastrianez.
Dengan begitu, pasangan merasa dihargai dan termotivasi untuk menjadi lebih baik.
5. Tanyakan pendapatnya
Semua orang ingin dihargai dan didengarkan pendapatnya. Ini dapat diterapkan juga dalam kehidupan berumah tangga.
Misalnya, ketika kita ingin pasangan untuk berlibur dengan kita dan anak-anak. Daripada mengomel karena merasa bosan di rumah, lebih baik utarakan keinginan tersebut. Lalu, tanyakan pendapat pasangan.
"Kita kasih tahu kita perlu apa dan tanya bagaimana pendapatnya, kasih pilihan ke dia untuk kapan dia mau ngelakuin dan dengan kegiatan apa nih yang dia suka," ujar Rastrianez.
Artinya, tidak harus semua kita yang tentukan. Dengarkan juga pendapatnya, agar ia merasa diharagai.
6. Selalu mendukung pasangan
Untuk menciptakan rumah tangga yang nyaman, pasangan harus saling mendukung, baik dalam kondisi susah dan senang.
"Misalnya ketika ekonomi keluarga jatuh. Maka kita bisa pikirkan apa yang bisa aku lakukan dan apa yang pasangan butuhkan. Bukan hanya sekadar menuntut," jelas Rastrianez.
Pasalnya, pada dasarnya semua orang merasa nyaman saat didukung oleh pasangannya.
#hubungan-suami-istri #komunikasi-suami-istri #tips-komunikasi-suami-istri