Siswa di Tebet Dianiaya Kakak Kelas hingga Koma, Pihak Sekolah Belum Berkomentar

Siswa di Tebet Dianiaya Kakak Kelas hingga Koma, Pihak Sekolah Belum Berkomentar

Pihak Madrasah Aliyah di Tebet belum memberikan komentar terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang siswa terhadap adik kelasnya. Halaman all

(Kompas.com) 10/10/24 17:17 16258371

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Madrasah Aliyah (MA) di Tebet belum berkomentar soal dugaan penganiayaan yang dilakukan MAA (17) terhadap adik kelasnya berinisial AAP (16) hingga menyebabkan korban koma.

Kompas.com mendatangi lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Al Barkah, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, itu pada Kamis (10/10/2024) pukul 12.12 WIB.

Ketika Kompas.com tiba di lokasi dan memarkirkan sepeda motor, seorang pria yang belakangan diketahui merupakan petugas keamanan menghampiri.

Usai menjelaskan maksud kedatangan kami, pria tersebut mengatakan bahwa pihak sekolah belum bisa memberikan komentar atas dugaan penganiayaan di sekolah itu.

“Belum bisa (bertemu), Mas. Perintah atasan,” ujar petugas tersebut.

Sementara, pengamatan Kompas.com di lokasi, aktivitas di sekolah itu tampak berjalan seperti biasa. Sejumlah pelajar berseragam batik terlihat membubarkan diri keluar dari lembaga pendidikan tersebut.

Di lapangan sekolah, tampak satu unit mobil Indonesian Automatic Finger Identification System (Inafis) Polres Metro Jakarta Selatan terparkir.

Sekira pukul 13.22 WIB, mobil Inafis itu keluar dari gerbang sekolah.

Setelah menunggu selama beberapa jam, sekira pukul 15.00 WIB, Kompas.com kembali meminta izin untuk bertemu pihak sekolah kepada seorang pria yang belakangan diketahui merupakan petugas kebersihan.

Kendati demikian, petugas itu tidak bisa menjembatani Kompas.com untuk bertemu dengan pihak sekolah.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa MA swasta di Tebet, Jakarta Selatan, berinisial AAP diduga menjadi korban perundungan kakak kelasnya. AAP kini mengalami koma.

Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, tampak AAP mengalami luka lebam di wajah.

Ada pula foto yang menunjukkan AAP sedang terbaring dengan wajah dibalut perban serta menggunakan alat bantu pernapasan. Dalam foto tersebut, AAP tampak tidak sadarkan diri.

Menurut narasi di unggahan foto di media sosial, AAP diduga ditarik oleh kakak kelasnya keluar sekolah, kemudian dipukuli. AAP juga disebut mengalami pendarahan otak.

Atas kejadian ini, orangtua korban melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Sejauh ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa lima orang saksi. Mereka adalah beberapa pelajar dan penjaga sekolah yang mengetahui insiden tersebut.

“Sudah ada lima orang saksi yang kami periksa,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal saat dikonfirmasi, Kamis (10/10/2024).

#kronologi-penganiayaan-siswa-di-tebet #pelaku-penganiayaan-siswa-di-tebet #siswa-dianiaya-kakak-kelas-di-tebet #penganiayaan-siswa-di-tebet

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/10/10/17170571/siswa-di-tebet-dianiaya-kakak-kelas-hingga-koma-pihak-sekolah-belum