Kala Simpanan Superkaya di Bank Terus Tumbuh Lebih Pesat dari Lapisan Terbawah

Kala Simpanan Superkaya di Bank Terus Tumbuh Lebih Pesat dari Lapisan Terbawah

Nilai simpanan nasabah di bank tercatat terus meningkat secara tahun kalender (year to date/ytd) atau tahunan (year on year/yoy) . Halaman all

(Kompas.com) 10/10/24 20:29 16268931

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai simpanan nasabah di bank tercatat terus meningkat secara tahun kalender (year to date/ytd) atau tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2024.

Namun jika dilihat berdasarkan kelompok besaran simpanan, laju pertumbuhannya tercatat variatif.

Layaknya periode bulan-bulan sebelumnya, laju pertumbuhan nilai simpanan nasabah kelompok paling bawah (simpanan di bawah Rp 100 juta) jauh lebih lambat dibandingkan dengan simpanan nasabah "superkaya" (simpanan di atas Rp 5 miliar).

SHUTTERSTOCK/ELLE AON Ilustrasi tabungan, menabung.

Bahkan jika dilihat secara tahun kalender, laju pertumbuhan simpanan kelompok paling bawah tidak mencapai 1 persen.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), total nilai simpanan kelompok nasabah dengan tabungan di bawah Rp 100 juta mencapai Rp 1.061,42 triliun sampai dengan Agustus 2024.

Nilai itu setara dengan 12,2 persen dari total simpanan di bank sebesar Rp 8.698,53 triliun.

Adapun nilai simpanan kelompok paling bawah tumbuh sebesar 0,8 persen secara tahun kalender sampai dengan Agustus 2024. Jika dilihat secara tahunan, nilai simpanan tercatat tumbuh 5,3 persen.

Di sisi lain, total nilai simpanan tabungan kelompok nasabah di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 4.630,51 triliun. Nilai simpanan kelompok yang banyak diisi korporasi itu setara dengan 53,2 persen dari total simpanan di bank.

Dengan nilai tersebut, tercatat simpanan nasabah superkaya di bank tumbuh 2,1 persen secara ytd. Jika dilihat secara tahunan, nilai simpanan kelompok tersebut melesat 9,1 persen.

Secara lebih rinci, nilai simpanan kelompok dengan tabungan di atas Rp 100 juta - Rp 200 juta mencapai Rp 444,35 triliun (5,1 persen total simpanan di bank). Nilai ini tumbuh 2,4 persen secara ytd dan tumbuh 5,1 persen secara tahunan.

Dok. SHUTTERSTOCK Ilustrasi tabungan. Saldo minimal BRI, BNI, BCA, Mandiri, dan BSI berdasarkan jenis tabungan
Kemudian, nilai simpanan kelompok tabungan di atas Rp 200 juta sampai Rp 500 juta mencapai Rp 721,40 triliun (8,3 persen total simpanan di bank). Nilai ini naik 3 persen secara ytd dan tumbuh 4,5 persen secara yoy.

Lalu, nilai simpanan kelompok tabungan di atas Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar mencapai Rp 612,73 triliun (7 persen total simpanan di bank). Nilai ini naik 2,9 persen secara ytd dan tumbuh 5,7 persen secara yoy.

Selanjutnya, nilai simpanan kelompok tabungan di atas Rp 1 miliar - Rp 2 miliar mencapai Rp 612,73 triliun (7 persen total simpanan di bank). Nilai ini naik 3,4 persen secara ytd dan tumbuh 3,8 persen secara yoy.

Terakhir, nilai simpanan kelompok tabungan di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar mencapai Rp 698,74 triliun (8 persen total simpanan di bank). Nilai ini naik 1,8 persen secara ytd dan tumbuh 3,9 persen secara yoy.

Sebagai informasi, lambatnya laju pertumbuhan dana simpanan nasabah kelompok lapisan paling bawah selama beberapa bulan terakhir kerap dikaitkan dengan pelemahan daya beli masyarakat. Bahkan, sejumlah pihak menilai, data tersebut menunjukan masih adanya fenomen makan tabungan (mantab) di kalangan menengah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Akan tetapi, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, fenomena mantab tidak seburuk yang digambarkan sejumlah pihak. Sebab, dana simpanan nasabah di bawah Rp 100 juta masih mencatat pertumbuhan.

"Yang ditakutkan orang selama ini, ternyata kalau dilihat dari data, tidak seburuk yang digembar-gemborkan ya," kata dia, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (30/9/2024).

Jika dilihat secara lebih rinci, laju pertumbuhan simpanan di bawah Rp 100 juta memang tidak merata. LPS mencatat, nilai simpanan dengan nominal tabungan di bawah Rp 1 juta hanya tumbuh 0,72 persen secara tahunan, terendah pada 2024.

"(Mungkin) makan tabungan, tapi mungkin juga memang nggak punya duit dari pertama, atau mungkin juga biasanya kan dengan BLT (bantuan langsung tunai) belum dikelarin," tutur Purbaya.

Sementara itu, nilai simpanan dengan nominal lebih tinggi masih mencatat pertumbuhan yang lebih pesat.

Mulai dari simpanan Rp 1 juta hingga Rp 5 juta tumbuh 5,92 persen, simpanan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta tumbuh 6,16 persen, simpanan Rp 10 juta sampai Rp 25 juta tumbuh 5,28 persen, simpanan Rp 25 juta hingga Rp 50 juta tumbuh 5,73 persen, serta simpanan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta tumbuh 5,19 persen.

"Sepertinya kalau dilihat di sini sih, yang golongan yang agak menengah, itu mengalami perbaikan, ini berlawanan dengan apa, apa yang kita baca yang katanya kelas menengah turun," ujar Purbaya.

#tabungan #lps #simpanan #simpanan-nasabah

https://money.kompas.com/read/2024/10/10/202942826/kala-simpanan-superkaya-di-bank-terus-tumbuh-lebih-pesat-dari-lapisan-terbawah