Harga CPO Terperosok Lagi Jelang Rilis Data Penting
Harga CPO terperosok lagi pada Rabu (9/10/2024). pelemahan dua hari beruntun menjelang rilis data penting dari MPOB - Halaman all
(InvestorID) 10/10/24 05:42 16292883
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) terperosok lagi pada Rabu (9/10/2024). Ini merupakan pelemahan dua hari beruntun menjelang rilis data penting dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB).
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (9/10/2024), kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2024 turun 6 Ringgit Malaysia menjadi 4.343 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO November 2024 melemah 23 Ringgit Malaysia menjadi 4.293 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Desember 2024 terkoreksi 19 Ringgit Malaysia menjadi 4.252 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Januari 2025 berkurang 17 Ringgit Malaysia menjadi 4.209 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Februari 2025 melemah 12 Ringgit Malaysia menjadi 4.171 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2025 turun 4 Ringgit Malaysia menjadi 4.135 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, harga CPO melanjutkan penurunannya karena aksi ambil untung menjelang data September 2024 dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) yang akan dirilis Kamis (10/10/2024).
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics Dr Sathia Varg memperkirakan produksi akan turun satu persen, ekspor naik 1% dan stok akhir bulan naik ke level tertinggi dalam delapan bulan.
“(Prediksi tersebut berdasarkan) lesunya ekspor kelapa sawit, kurangnya daya saing terhadap minyak kedelai, dan produksi yang lebih rendah karena rendahnya glikemik. Selain itu, level stok tinggi karena ekspor yang lebih rendah dan stok awal yang lebih tinggi," katanya.
Harga Komoditas
Sementara itu, pedagang minyak sawit David Ng mengatakan, harga CPO berakhir lebih rendah hari ini, mengikuti pelemahan harga komoditas lainnya, yaitu harga minyak mentah dan harga minyak kedelai Chicago Board of Trade (CBoT).
“Kami melihat support di 4.200 Ringgit Malaysia dan resistance di 4.380 Ringgit Malaysia," katanya.
Kepala penelitian komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan, ekspor minyak sawit Malaysia berjumlah 235.785 ton, naik hampir 10% selama lima hari pertama pada Oktober.
Sementara itu, data Asosiasi Produsen Minyak Sawit Selatan (SPPOMA) yang berbasis di Johor menunjukkan bahwa produksi minyak sawit pabrik-pabrik di semenanjung selatan meningkat sebesar 8,13% dari periode yang sama bulan lalu.
Asosiasi Minyak Sawit Malaysia memperkirakan produksi minyak sawit Malaysia pada September turun 3% dari Agustus.
“Pratinjau penawaran dan permintaan MPOB untuk September adalah keluar, menunjukkan peningkatan persediaan minyak sawit akibat ekspor yang melambat, sementara estimasi produksi juga sedikit lebih rendah,” tambahnya.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-cpo #cpo #kontrak-berjangka-cpo #mpob #ekspor-cpo #bursa-malaysia-derivatives #data-penting-mpob #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/376126/harga-cpo-terperosok-lagi-jelang-rilis-data-penting